“Ratu Elin, Pangeran Manggala dalam bahaya.” Damar tiba-tiba muncul di depan Elin dengan cepat, membuat wanita itu terkejut. “Kamu tenang dulu, ceritakan pelan-pelan.” Melihat Damar ngos-ngosan membuat Elin meringis kecil. “Mohon maaf, Ratu.” Damar menyadari kelalaiannya, bahkan ia tak memberi hormat dulu. “Nggak apa-apa, atur dulu pernapasan kamu.” Damar mengikuti arahan ratunya, ia menarik napas panjang-panjang lalu dihembuskan secara perlahan. “Saya memeriksa ke rumah Anggini, dia memang sudah tak memakai jasa dukun, melainkan menjalankan ritual dengan sendiri. Dan makhluk yang ia ajak untuk melakukan perjanjian gaib adalah Praduga,” jelas Damar. Elin menyipitkan matanya, tak menyangka Anggini akan bertindak segila itu hanya demi duniawi. “Lalu hal yang paling mengejutkan

