37 - KISAH DUA ALAM

1400 Words

Elin duduk diam sambil mengaduk sepiring nasi yang terhidang di depannya, sebelah tangannya ia gunakan untuk menopang dagu, sementara pikirannya sedang kalut. Kejadian hari ini benar-benar membuatnya kecewa, mau marah pun ia tak bisa seolah kehilangan kata-kata. Jadi, diam adalah solusi. “El, kenapa hanya diaduk-aduk?” Bhanu muncul dari pintu masuk menuju dapur istana. Ya, Elin memilih untuk makan di dapur langsung, daripada harus ikut berkumpul diruang makan bersama dengan orang-orang asing baginya itu. Wanita itu hanya melirik suaminya dengan cuek. Bhanu duduk di kursi makan, menatap istrinya dengan senyum merekah sempurna. “Makan, Sayang. Kamu tidak kenyang kalau cuma ditontonin doang makanannya.” Elin menghentikan gerakan tangannya, sendoknya pun ikut terjatuh pada piring h

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD