Gendis memperhatikan sekitar, dirasa tidak ada orang yang memerhatikannya ia pun masuk ke dalam ruang milik Arya. “Salam untuk Pangeran Arya.” Mau tak mau ia harus memberikan hormat pada pria itu, kedudukan Arya setingkat di atasnya. Arya sedang duduk dengan tenang di kursi kebesarannya, tangannya memegang kuas yang terdapat tinta hitam. Nampaknya ia habis melukis, di depannya juga ada selembar kertas bergambar, hanya saja Gendis tak bisa melihat gambar apa yang pria itu lukis. “Kabar apa yang kamu bawa?” Gendis melangkahkan kakinya agar lebih dekat dengan Arya, ini adalah pekerjaan rahasia yang orang lain tidak boleh menahu. “Elin berencana pergi ke alam manusia hari ini, sepertinya kita bisa menggunakan kesempatan itu untuk menculik Manggala.” Sejak semalam hingga pagi ini ia

