Bab 17: Sapa

1116 Words
Keira sampai di sekolahnya. Dia bahkan langsung keluar dari mobilnya tanpa melihat ke belakang lagi rasanya dia sudah memakai gelang tali merah itu akan aman saja seperti kata Shira. Namun, tetap saja, hantu menyeramkan itu ada untuk dirinya. Tadi, di dalam mobil ada hantu yang menyeramkan. Dengan kepala yang penuh dengan da*rah dan juga mata yang hampir saja keluar dari tempatnya. Entah kenapa, namun, Keira tidak ingin bertanya lebih lanjut. Dia benar – benar ketakutan. Mana masih pagi lagi. “Kenapa juga harus ketemu yang begituan?” tanya Keira untuk dirinya sendiri. Lalu, dia terkejut sedikit karena Jean tiba – tiba menjawab. “ga ada yang baik – baik saja, di dunia lo dan juga di dunia gue.” Kata Jean. Keira mendengus, “gue pikir, mati adalah satu – satunya cara buat pergi dari dunia yang pelik ini. Tapi, ternyata banyak yang lebih pelik dari kehidupan di dunia gue ya?” tanya Keira. Keadaan sekolah masih sepi dan tentu saja tidak ada yang terganggu dnegan Keira yang berjalan sambil berbicara sendiri di lorong sekolah. Jean masih mengikuti langkah Keira menuju ke kelasnya. Dia tidak mungkin meninggalkan Keira begitu saja. Jadi, dia menemaninya hanya untuk sampai ke kelasnya. Dia mengangguk sebelum menjawab pertanyaan dari Keira, “lebih pelik.” Katanya, “kalo lo ga pandai bergaul, lo pasti udah di bully di sini.” Kata Jean lagi. Sebenarnya, Keira ingin tertawa mendengar apa yang di katakan oleh Jean. Di bully? Apakah di sana juga ada yang seperti itu? Keira bahkan heran ketika dia bisa mendengarkan Jean yang menjelaskan tentang apa yang terjadi di sana. Untung saja Keira belum mati. Jika Keira mati, mungkin saja dia tidak bisa ada di mana – mana. Keira tidak suka bergaul dengan orang lain. Keira juga tidak mudah untuk menjalin pertemanan. Dia orangnya sangat tertutup. Dengan melihat keadaan dan kejadian di dunia ini, Keira adalah salah satu sosok yang mungkin bisa saja di bully di dunia Jean. Karena tentu saja, Keira ini menyebalkan seperti yang ada di dunianya. Dia bahkan tidak bisa menyapa orang lain terlebih dahulu. Jika dia di sapa eh orang lain, dia akan menjawab seadanya atau hanya sekedar mengangguk. Tentu saja, melihat Keira yang di jauhi orang – orang di dunia ini karena sifatnya, Keira tidak mungkin cocok juga ada di dunia Jean di sana. Bahkan ketika Keira mungkin saja menjadi dirinya sendiri. Banyak orang yang mungkin tidak menyukainya. Keira di sini menjadi orang lain. Dingin dan tentu saja tidak senang bergaul dengan siapa pun. Keira merasa akan di kucilkan lagi. Baik di dunia dia sendiri mau pun di dunia milik Jean di sana. “gue kayaknya belum cocok jadi hantu.” Kata Keira pelan karena ada orang yang menyusulnya dari belakang. Tentu saja keira tidak ingin kelihatan seperti orang gila yang berbicara sendiri. Keira tidak ingin di anggap sebagai orang aneh. Dan tentu saja Keira menjaga image dirinya yang dingin dan tidak perduli terhadap lingkungan yang ia ciptakan beberapa tahun belakangan ini. Jean tertawa, “terus, lo merasa cocok untuk hidup selamanya di dunia lo sendiri?” tanya Jean. Pertanyaan dari Jean membuat Keira berpikir keras. Benar juga. Keira tidak mungkin hidup selamanya. Keira pasti mati dan jika tidak memperbaiki pergaulan atau bahkan tidak memperbaiki perilakunya, kemungkinan Keira tidak di terima di mana – mana. Dia juga mungkin kebingungan untuk bergaul dan berteman dengan siapa. Keira mungkin benar – benar akan lebih kesulitan untuk hidup sebagai hantu. “benar juga.” Kata Keira pada akhirnya, “gue ga bisa terus terusan hidup seperti ini. Bahkan gue juga harus memikirkan bagaimana nanti kalo gue mati.” Kata Keira lagi Jean mengangguk, “gue ga punya siapa – siapa di sini dan gue kesepian ketika belum kenal sama lo.” Kata Jean, “jadi, gue ngikutin lo sampai rumah supaya gue tau bagaimana kehidupan lo, dan ternyata benar – benar cukup kacau.’ Kata Jean lagi menambahkan tentang pengamatannya tentang Keira. Untuk Keira sendiri, dia merasa bahwa dirinya perlu perbaikan. Bagaimana tidak? Setiap orang yang menatap ke arahnya, Keira selalu memperlihatkan tatapab dingin untuk. Membalas tatapan orang – orang itu. Dan itu, membuat orang – orang di sekeliling Keira takut padanya. Bukan hanya takut. Mereka jadi segan kepada Keira. Dimana Keira seperti tidak ingin di tanya atau bahkan di sapa. Keira melihatkan sosok yang bahkan tidak ramah. Jadi, menurut mereka, mungkin Keira setidaknya tidak di sapa. “ya ampun Olive?” tanya Keira begitu ia sampai di kelasnya dan menemukan temannya satu -, satunya itu. “lo udah sembuh?” tanya Keira lagi setelah ia duduk di samping kursi milik Olive. Olive terkekeh, “iya nih. Mendingan. Gue bete juga ada di rumah terus.” Kata Olive. “nyokap gue terus – terusan bolak – balik kamar gue buat cek kalo gue udah tidur atau belom. Padahal, gimana gue mau tidur kalo terus – terusan denger pintu ke buka dan ke tutup ya?” tanya Olive lagi. Keira terkekeh mendengarnya, “ya mending lah. Dari pada gue di sini yang pergi ke sana sama ke sini karena ga ada temen.” Kata Keira, “mana kemarin gurunya rapat. Jadi gue bete juga di sini.” Ucap Keira. Olive ikut terkekeh, “ya lagian, lo ga nengokin gue.” Kata Olive. “ya tadinya, gue mau jenguk. Cuman gue kemaren di ikut in sama hantu menyebalkan. Terus gue ketiduran di per pus. Jadi, gue pulang agak sore.” Kata Keira. “maaf ya?” tanya Keira lagi. Sekarang Olive mengangguk, “ga papa.” Katanya, “siapa yang lo bilang hantu menyebalkan?” tanya Olive. Keira sekarang melirik ke bangku yang ada di depan mereka. Ada Jean di sana memperhatikan Keira. Lali Keira terkekeh pelan, “jadi, gue kemaren kenalan sama hantu. Hantunya terus – terusan ngikutin gue dari kamar mandi ke taman belakang. Dari sana, gue berani buat sapa dia.” Ucap Keira menjelaskan, “terus mungkin dia ga sadar kalo selama ini di hantu. Jadi, gue menyadarkan dia dnegan usaha sekeras mungkin. Nah dari sana, dia ngintilin gue kemana – mana.” Ucap Keira lagi. “Termasuk toilet?” tanya Olive iseng. Keira diam, “eh lo ngikutin gue sampe ke toilet apa enggak?” Tanya Keira kepada bangku kosong di depannya. Mendadak Olive melirik ke bangku di depannya itu dan merinding, “dia ada di sini?” tanyanya terputus – putus. Keira mengangguk, “enggak katanya.” Ucap Keira, “dia ga ngikutin gue sampe ke toilet.” Kata Keira lagi. Lagi, Olive di buat merinding. “tenang aja. Dia baik kok.” Kata Keira, “dia kayaknya seumuran kita. Soalnya dia pake seragam sekolah kita.” Kata Keira lagi. “Mau nyapa ga?” tanya Keira kepada Olive. “lo mau bikin gue jadi orang gila?”
Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD