Sebulan setelahnya…. Kotak serba putih beraroma lavendel, sansevieria stuckyi di sudut ruangan dan sinar matahari hangat akhirnya mampu membuat Anna menyandarkan punggung. Kotak itu adalah sebuah ruangan. Bukan pertama kali, sudah berulang kali, tapi baru kali ini gadis itu masuk dengan sorot mata yang terlihat lebih hidup. “Bayi itu sangat merepotkan. Pada saat pelajaran, entah apa yang sedang dilakukan janin kecil itu hingga mual mengaduk-aduk perutku, seperti ada yang ingin keluar dari mulut. Tak tertahankan lagi. Cairan kental menjijikkan menyembur ke atas lembar jawaban yang sedang kukerjakan di atas meja. Kacau sudah.” Anna mengusap daun telinga. Sesaat, pandangannya terdistraksi kepul uap penyaring udara yang putih dan mencolok. Lantas, dia melanjutkan. “Teman-teman sekelas men

