37

1472 Words

Hari ini untuk pertama kalinya aku meninggalkan anak-anak di rumah bersama bunda Kinan dan suster Mila. Setelah beberapa bulan tidak mengunjungi toko, akhirnya hari ini aku putuskan untuk pergi. Toh Mas Abi juga sudah memberi izin. Sebelum ke toko aku sempatkan untuk pergi ke suatu tempat. Kalau diingat sudah lama juga aku tidak berkunjung. Mungkin terakhir kali sebelum mengandung Reyhan. Dengan membawa keranjang berisi bunga mawar, aku memasuki area pemakaman. Tak terasa sudah satu tahun mereka meninggalkan kami semua, terutama putri kecil mereka, Princessa Narumi. Aku berjongkok diantara dua pusara, ku elus ukiran nama yang membuatku semakin tak kuasa menahan air mata yang justru sudah keluar dibalik kaca mata hitam yang aku kenakan. "Mbak Gendhis .. Mas Vian.. apa kabar? Maaf aku ja

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD