Tubuhku menegang saat mendapati mata tajam suamiku yang seakan tak memberi kesempatan aku untuk berkutik. Ponsel yang terhubung dengan panggilan dari Sabila kini berpindah tangan pada Mas Abi. Pagi tadi sepulang dari hotel dan menjemput Narumi di rumah Om Sam. Aku dan Narumi ikut ke kantor Mas Abi sebentar karena rencananya selepas dari kantor kami akan belanja untuk keperluan Narumi. Sedangkan suster Mila sudah pulang lebih dahulu agar bisa istirahat setelah kemarin seharian menjaga Narumi. Beberapa saat setelah Mas Abi keluar untuk mengurus pekerjaannya aku mendapati telepon dari Sabila yang mengatakan dia akan segera pulang sore nanti. Perasaan lega dan senang menguasai hatiku, namun seketika menguap saat Mas Abi memergoki ku dan meminta agar ponselku padanya. Kepalang tanggung tanpa

