31

1836 Words

"Papa kerja dulu ya, Princess. Baik-baik di rumah sama Mama." Pamit Mas Abi menghujani wajah Rumi dengan kecupan hangat. Aku tersenyum melihat interaksi mereka lalu mengambil Narumi dari gendongan Papanya. "Aku berangkat dulu, jangan lupa istirahat, Yang. Nanti sore kita antar Suster dan Rumi ke rumah Om Sam sama-sama." Pesan Mas Abi untuk kedua kalinya ku dengar pagi ini. "Iya Mas, aku masih ingat betul pesanmu beberapa menit yang lalu." Dia justru terkekeh lalu mengulurkan tangannya untuk ku kecup. "Hati-hati Papa kerjanya, semangat cari uang buat beliin Mama make up sama mainannya Rumi, Pa." Ujarku dengan suara kecil layaknya anak-anak berbicara, Rumi pun ikut berceloteh dengan pelan, sedikit-sedikit bayiku ini sudah mulai bisa diajak mengobrol dengan bahasa bayinya yang sama sekali

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD