Skin to Skin

1302 Words

Bram kembali dibuat panik melihat keadaan Violeta yang tiba-tiba demam tinggi. Dengan telaten dia merawatnya. Semalaman penuh dia tiada henti mengompres dahinya. Malam itu, Bram begadang hingga dini hari, sebab demam Violeta tak kunjung turun. Bram menatap wajah sang istri yang pucat pasi, bibirnya kering. Pemandangan tersebut membuat hatinya tak tega melihat derita yang tengah dirasakan oleh Violeta. ‘Aku dari tadi udah kompres keningnya, tapi kok demamnya masih belum turun juga, ya? Ah, aku baru ingat metode skin to skin. Kayaknya aku harus melakukan itu.’ Bram membatin. 'Kenapa aku lebih baik melihat Vio yang cerewet, keras kepala, dan barbar ya, daripada ngeliat dia terbaring sakit kayak gini.' Bram terus menatap wajah dan tubuh Violeta. Kini, dia merasa dilema apakah akan melakukan

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD