CK 5

438 Words
Setelah menempuh perjalanan selama 1jam lebih Lidya sampai di kediaman orang tuanya dengan mengendarai sepeda motor hasil usahanya selama ini Meski hanya motor mati bekas tapi Lidya amat bersyukur karena dia bisa bangkit kembali "Assalamualaikum Rayhan Mama datang" "Akum alam hoye mama datang" jawab Rayhan dengan ucapan cadelnya "Uh anak mama sini nak mama peluk cium mama kangen banget ma adek" ucap Lidya sambil memeluk dan mencium pipi cuby Rayhan "Lo Lid kok pulang lagi ada apa? " tanya ibu Lidya dari arah dapur " Nggak papa bu mau nganter dokumen aja, Ayah mana bu? " "Dokumen apa? Tu ayahmu dibelakang tadi cabuti rumput yang mulai tumbuh" "Bentar aku ke ayah dulu ya bu" Lidya menghampiri ayahnya yang kebetulan sang ayah sudah selesai "Ya bisa ngomong bentar nggak di dalam ma ibu juga" "Emang ada apa toh tumben dateng dateng langsung ngajak ngomong mau nikah lagi kamu" "Ayah ni ngomong apa si aku udah kapok" "Beneran ni kapok kalo ada yang lebih baik gimana? " goda sang ayah " Apa sih yah nggak ada kali ayok masuk mumpung ibu belum kencan ma panci dan wajan hahahaha" "Kamu nih ada ada ja" jawab sang ayah sambil geleng geleng kepala Mereka berdua masuk ke dalam rumah di depan televisi yang kebetulan Rayhan sedang melihat kartun anak kembar di salah satu stasiun televisi "Bu Yah maaf sebelumnya ya ini ada sebuah dokumen yang harus ayah dan ibu lihat" kata Lidya sambil menyerahkan 2 berkas pada orang tuanya Ketika sang ayah membuka dokumen tersebut matanya berkaca kaca bahkan sang ibu langsung memeluk sang putri "Ya Allah nak ini...... " kata sang ibu takmampu melanjutkan kata katanya " Ya bu itu buat ayah ibu kita bertiga berangkat bareng kesana menjadi tamu Allah" jawab Lidya sambil memeluk sang ibu yang sudah menangis haru "Nak ayah nggak menyangka kalau anak ayah bisa memberi ayah dan ibu ini nak, Cukup kan dulu kebutuhan untuk dan Rayhan Ayah juga sangat berterima kasih nak semoga anak ayah mendapat rezeki yang lebih banyak" "Aamiin makasih ayah doanya, Oia yah bu seharusnya ini yang berangkat umroh hanya ibu dan ayah tapi Bu Nani dan ustadz Harun memberikanku bonus perjalanan umroh bareng ayah dan ibu" Seketika suasana rumah menjadi tangis haru mereka menangis bersama sambil berpelukan Ya Allah terima kasih atas segala nikmatmu yang telah engkau berikan pada  keluarga kami Semoga anak kami bisa menjadi anak anak yang sholih dan sholihah selalu berada pada jalanmu Berikan putri kami jalan yang terbaik dan lurus untuk menghadapi kehidupannya selanjutnya untuk mengobati segala lara yang telah dirinya terima di masa lalu Aamiin Itulah doa ibu Lara ketika mereka masih tetap berpelukan sambil menangis haru
Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD