Seminggu kemudian Lidya bersama orang tuanya melaksanakan manasik umroh di aula tempatnya bekerja
Orang tua Lidya begitu senang atas pencapaian anaknya untuk melaksanakan orang tuanya umroh
Selama mereka umroh Rayhan sang anak akan di asuh oleh saudara Lidya yang kebetulan rumahnya berada di dekat rumah yang di tempat Lidya
Bagus sang adik juga bangga pada Lidya karena kakaknya bisa bangkit
Dengan antusias bagus juga memberikan uang saku kepada kedua orang tuanya Ketika melaksanakan ibadah umroh
"Terima kasih mbak atas semua yang mbak kasih pada ayah dan ibu aku aja kerja masih baru dan belum bisa kasih apa apa sama ayah ibu tapi mbak sudah bisa ngasih banyak ma ayah ibu" ucapan bagus ketika dia mandapat kabar
"Ih kamu jangan gitu aku emang mulai awal kerja di Al Madinah sudah berniat menabung untuk ayah ibu kamu fokus ma kerjaan kamu dulu kumpulin uangmu buat keperluanmu kelak" jawab lidya
Setelah manasik umroh mereka berkumpul dengan sanak saudara untuk berdoa bersama sama agar perjalanan Lidya dan kedua orang tuanya diberikan kelancaran tanpa halangan
Semoga kamu segera mendapat bahagiamu kembali anakku dan menghapus sakitmu yang selama ini kamu rasakan maafkan ayah yang belum bisa menjadi ayah yang terbaik buatmu
Melihatmu tersenyum seperti ini ayah sangat bahagia nak ayah nggak mau lagi mengulang kesalahan yang sama dengan memberikan restu ayah kepada orang yang tidak bisa menyayangi dan mencintaimu sepenuh hatinya
Jika suatu saat nanti kamu bertemu kembali dengan jodohku ayah akan lebih selektif lagi dan lebih tegas terhadapmu ayah nggak mau jika anak ayah kembali merasakan sakit itu
Bagi ayah kamu adalah permata hati ayah yang amat ayah sayangi
Itulah harapan dan doa sang ayah untuk Lidya ketika melihat Lidya bercengkrama sambil bersenda gurau dengan para saudaranya
Begitu juga bagus dia sangat bahagia malam ini ketika melihat sang kakak tertawa
Tawa yang pernah hilang beberapa waktu yang lalu ketika hanya ada luka dan air mata
Bagus juga berharap sang kakak akan menemukan bahagia tanpa ada air mata kesedihan dan yang ada hanya air mata haru dan bahagia