CK 11

614 Words
Hari ini adalah jadwal kepulangan Lidya dari perjalanan umrohnya Amri harus pulang terlebih dahulu karena mereka beda travel Amri akan menjemput Lidya dan kedua orang tuanya ke bandara juanda Surabaya Ketika telah mandarat di Bandara Amri mengetahui rombongan Almadinah telah sampai seketika Amri menghampiri mereka "Assalamualaikum abah Harun umi Nani" sapa Amri sambil melirik Lidya yang berada di belakang ustad Harun dan ibu Nani "Wa alaikum salam, umi gini ya rasanya pengantin baru kalo nggak ketemu sehari aja salamnya ke siapa tapi lirikananya ke siapa" goda ustad Harun pada amri Seketika Amri tertawa dan Lidya mengalihkan pandangan "Ustad saya mohon izin untuk membawa Lidya bersama ayah dan ibu pulang sama saya, dan mohon maaf karena Lidya ayah dan ibu tidak bisa ikut rombongan bis pulangnya" izin Amri pada ustad Harun "Gimana ni diizinin nggak ya soalnya Lidya kan masih terikat kerja" goda ustad Harun lagi "Saya mohon ustad kali ini saya akan membawa Lidya ke rumah orang tua saya terlebih dahulu sebelum mengantar Lidya ke kediaman nya" "Bawa aja Amri khusus kali ini Lidya saya kasih cuti 2minggu sebagai bonus untuk bulan madu pengantin baru" "Lama banget bah bukannya cutinya hnya 1minggu?" tanya Lidya heran "Ya itu saya kasih 2minggu 1minggu tambahan cuti umroh dan yang 1minggu cuti nikah" "Udah kamu nurut aja dikasih libur banyak harusnya seneng bukan malah protes" sahut Lidya seketika mencebikkan bibirnya Amri hanya senyum sambil menatap Lidya "Yaudah kalo gitu kami pamit dulu ya, Amri ingat pesan abah ya Assalamualaikum semua" pamit ustad Harun dan ibu Nani "Wa alaikum salam" Kemudian Amri membantu ayah Lidya membawa koper mereka menuju mobil Amri yang telah ia parkir Selama diperjalanan hanya diisi kesunyian Amri duduk bersebelahan dengan sang ayah sedangkan Lidya duduk di belakang bersama sang ibu Setelah perjalanan satu jam mereka telah sampai di kediaman orang tua lidya Disana kerabat Lidya sudah menunggu trmasuk Rayhan sang putra Balita itu seketika berlari dan memeluk sang bunda "Uh anak mama, mama kangen nak "kata Lidya sambil memeluk dan mencium sang anak Sang anak tidak mau beranjak dari dekapannya Lidya Setelah itu mereka semua masuk ke dalam rumah Mereka semua bercengkrama hingga waktu malam hari Takterasa sudah jam 11 malam Lidya memasuki kamarnya yang dulu ketika masih tinggal di rumah ini Rayhan juga tidur di dalam kamarnya Awalnya sang ibu mengajak Rayhan tidur di kamar sang ibu tapi Lidya menolak dengan alasan Lidya sangat merindukan anaknya Setelah bersih bersih Lidya berbaring di samping Rayhan taklama kemudian Amri masuk ke kamar Lidya "Eh kak" sapa Lidya pada Amri ia seketika beranjak duduk "Kamu tidur aja kalo capek" jawab Amri sambil duduk di sebelah Lidya "Ngak papa kok, kak Amri mau ganti baju? "Jangan panggil kak panggil yang lain serasa aku ini kakakmu" "La terus aku panggil apa? " " Panggil sayang aja gimana?"goda Amri sambil mengedipkan sebelah mata Lidya seketika malu menunduk dan wajahnya bersemu "Panggil mas aja biar nggak sama sama yang lain kamu kan sekarang udah jadi istriku, udah kamu istirahat dulu ya aku bersih bersih besok pagi mau urus surat surat pernikahan kita"kata Amri dan seketika Amri mendekap tubuh Lidya sambil mencium pucuknya lama "Aku janji sama kamu akan selalu membuatmu bahagia, aku akan mengusahakan agar aku tidak kan menyakitimu aku ingin menjadikan kamu ratuku yang paling bahagia" Lidya terisak terharu dalam dekapan sang suami "Udah ya kamu istirahat aku bersih bersih dulu nanti Rayhan biar tidur di tengah tapi besok malam giliran papanya yang meluk mama" "Ih udah sana bersih bersih aku siapin baju ya" "gausah kamu istirahat aja, selamat malam nyonya Amrizal" kata Amri sambil berlalu ke kamar mandi Lidya langsung merebahkan diri disamping sang putra sambil mendekap erat * * * * Hai hai maaf ya telat update terus
Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD