CK 12

602 Words
Hari ini rencananya Amri akan mengajak Lidya berkunjung ke rumah orang tuanya dan juga bertemu dengan Safa anak Amri yang saat ini sudah berumur 12tahun "Aku masih gugup kalo bertemu keluargamu" "Udah nggak usah gugup mereka bisa menerimamu kok" jawab Amri sambil mengenggam tangan Lidya dengan tangan kirinya karena ia sedang mengemudi Lidya dan Amri juga mengajak Rayhan agar Rayhan mengenali keluarga baru Beberapa saat kemudian mereka sudah sampai di depan pagar rumah Amri Lidya kaget karena rumah Amri sudah berubah lebih bagus dari yang dulu Ya Amri sudah berhasil membangun rumah orang tuanya menjadi lebih bagus Lagi berkat usahanya selama ini Setelah sampai di depan garasi mobil Amri turun dan membuka pintu penumpang untuk Lidya Lidya turun dan masih ada Rayhan dalam gendongannya Amri mengajak Lidya masuk rumah dua lantai itu dengan erat ia mengenggam jemari Lidya "Assalamualaikum" salam Amri ketika akan masuk rumahnya dan diikuti Lidya meski Lidya hanya bersuara rendah "Wa alaikum salam " jawab seseorang dari dalam yang kebetulan itu adalah Alfiyah kakak perempuan Amri " Eh adik adikku udah dateng" Seketika Lidya langsung bersalaman dengan Fia sambil cipika cipiki "Ya mbak" "Ayok masuk ketemu ibu " ujar Amri sambil tangan tetap mengenggam jemari Lidya " Udah masuk sana nggak usah pake gandengan juga kali kayak mau nyebrang aja" goda fia sambil melirik tangan adiknya Seketika Lidya besemu pipinya Mereka memasuki kediaman orang tua Amri "Assalamualaikum ibu" "Wa alaikum salam eh anak anak dan cucu ibu dah pada dateng ayok duduk sini dulu nak, Amri kamu panggil Safa dulu tadi dia masuk kamar" Amri langsung beranjak memanggil anaknya tapi panggilan Lidya menghentikan Amri "Mas, aku ikut ya" kata Lidya sambil melirik ibu Amri, ibu Amri mengangguk Lidya Amri dan Rayhan ikut ke kamar Safa sang anak "Safa ini papa nak" "Ya pa bentar lagi make kerudung" Safa membuka pintu kamarnya dan langsung mencium tangan sang ayah dengan takzim Safa juga mencium tangan Lidya, Lidya langsung memeluk Safa ya Lidya ingin sekali punya anak wanita dan kali ini ia mendapat anak wanita "Ayok masuk kamar atau di depan sama eyang? " " Di depan aja dulu mas nanti kalo udah bicara ma ibu kita masuk" "Oh ya ayok" Amri berjalan menuju sang ibu bersama anak dan istrinya Setelah berbicara hampir dua jam Rayhan akhirnya tertidur pulas di pangkuan Amri "Adek Rayhan bawa ke kamar Safa gimana pa kasihan dia udah tidur mana nyenyak banget" "Ya ini mau papa bawa kamar papa kok" "Ke kamar Safa aja pa kan sekarang Safa punya adik" "Ya ini papa angkat ke kamar safa" "Emang nggak papa nak kalo adik Rayhan di kamar Safa entar Safa ke ganggu " " Nggak papa ma Safa malah seneng" jawab Safa pada Lidya "Yaudah papa bobokin adek ke kamar safa ya, Yuk ma setelah itu kita istirahat dulu" ajak Amri pada Lidya "Papa gitu cuma mama aja yang di ajak safa nggak" canda safa sambil pura pura merujuk "Yaudah ayok sayang sayangku kita semua istirahat dulu" jawab Amri seraya bangkit sambil mengendong Rayhan Mereka bertiga berjalan menuju kamar safa Sebelum beranjak Lidya pamit pada sang mertua untuk istirahat "Ibu Lidya istirahat dulu ya" "Ya nak kamu nggak usah sungkan anggap aja rumah sendiri ya" Ibu Amri melihat mereka beranjak merasa terharu ketika sang anak telah menemukan cinta pertamanya Tatapan Amri pada Lidya berbeda dengan Tatapan pada mendiang istrinya dulu Mungkin Lidya lebih dulu mengisi hati Amri Semoga ini adalah bahagiamu yang sesungguhnya nak ibu hanya bisa berdoa semoga bahagia selalu menyertai keluarga ke ilmu hingga jannahNya, Doa ibu Amri dalam hati sambil mata berkaca kaca * * Hai hai ketemu lagi ya Yuk yg belum klik love
Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD