Setelah menidurkan Rayhan di kamar safa Amri dan Lidya keluar dan menuju kamar Amri
"Ayo masuk" ajak Amri pada Lidya
Lidya mengikuti langkah Amri masuk suasana khas laki laki yang lidya tangkap
Ada King bed lemari meja hias yang masih kosong televisi dan sofa
Di Ujung juga ada kamar mandi
"Istirahat dulu ya, nanti malam kita nginap disini besok kita ke rumahmu Ya " kata Amri sambil mengajak Lidya duduk di sofa
" Ya aku ikut kamu saja"
"bener ikut aku aja? "goda Amri pada Lidya
" Udah ih nggak jahilin dulu malu aku"
"kenapa harus malu kan suami sendiri lo sayang"
Lidya membolakan matanya mendengar kata sayang dari sang suami
"Udah ah aku mau istirahat dulu"
"Bener cuma mau istirahat aja gak mau sholat dulu ma mas suami"
"sholat apa coba dhuhur kan belum"
"shalat sunnah sayang terus kita buatin adek buat Rayhan gimana? "goda Amri pada lidya
" Nggak usah aneh aneh dulu deh mas ini tu lagi di rumah orang tuamu akunya nggak bawa baju banyak"
"Kata siapa nggak bawa tu di lemari udah siap bajunya"
"baju siapa coba bukan punyaku kok"
"Ya punyamu lo sayangku aku kemarin sengaja nyuruh mbak beliin kamu baju supaya kamu kalo disini bisa nyaman buka aja kalo nggak percaya"
"kamu tu ya ngrepoti mbak aja"
"Ya gapapa kan buat adek tersayang" jawab Amri
"Ya terserah kamu aja deh, udah aku mau istirahat dulu kamu masih duduk disitu atau ikut aku? "
" Ya ikut kamu dong masak tadi malam Udah nggak bisa meluk sekarang mau ditinggal gitu aja, pengen juga aku dipeluk ma kamu kayak Rayhan tadi malam"
"perasaan dulu seorang Amrizal tu pendiam deh ini kok jadi gini? "
" sekarang kayak gini karena udah dapetin apa yang aku mau, dulu aku sangat berharap bisa mendampingimu tapi aku minder dan sekarang seperti mimpi aku bisa bersama sana kamu"
"Udah ah nanti lagi aku mau istirahat dulu" Kata Lidya sambil beranjak ke ranjang
"Eh tunggu aku juga"
Akhirnya mereka berdua tidur bersama sambil saling mendekap
Amri mendekap Lidya erat seakan akan takut Lidya pergi
Damainya mereka semoga mereka mendapat kebahagiaan yang mereka harapkan