Rena memasuki kamar nya. dengan raut wajah yang lesu dan lemah.
ia masih demam.
ia terlelap tidur kembali karna merasa sudah memberikan ibu nya uang.
"Rena, itu aku sudah belanja. masak dulu."
teriakan ibu nya membuat Rena terbangun.
"iya bu."
dengan gontai ia berjalan.
dan mengerjakan yang di perintahkan ibunya.
memotong sayur. memasak nasi di penanak nasi. lalu menggoreng ikan.
setelah nya ia melihat siaran televisi. terlihat seorang anak yang kabur membawa pakaian nya karna incaran preman.
Rena berfikir ia juga akan kabur seperti anak itu.
"ibu hiiiiksss Rena mau di peluk ibu"
Rena pergi diam-diam dari pintu belakang tanpa membawa pakaian nya. ia mendapati paper bag yang berisi baju yang ia dapat saat meminta di jalan. ia mengambil nya karna tadi sudah di buang oleh ibunya.
Rena berlari sekuat tenaga nya meski ia sakit.
dlihat ada angkutan umum, ia asal naik saja. karna ia tak tahu arah dan tujuan nya.
"mau kemana Nak.?"
tanya supir angkutan umum.
"om bawa aku pergi dari sini tolong aku. hiiikksss"
Rena menangis di dalam mobil.
"Nak kamu kenapa? orang tua mu mana.?"
supir itu kembali bertanya dalam keadaan masih menyetir.
"om saya nggak ada Ayah. tapi ibu ku selalu memukul dan siksa aku om."
supir itu berhenti. di sebuah rumah tua yanng sudah sangat jauh dari rumah Renata.
"nak ini rumah ku. kamu boleh tinggal sama om disini."
supir itu nampak mengerti keadaan Rena karna melihat kondisi Rena yang memprihatin kan.