"Nak, bangun makan dulu. ini om bawakan makanan."
Supir angkutan umum yang bernama Budi ini menawarkan makan pada Rena namun, tak ada jawaban dari anak itu. ia melangkah mendekati memegang tubuh Rena.
"astaga kau demam tinggi Nak."
Ia menggendong Rena dan menidurkan nya di dalam mobil angkot dan kembali masuk krrumah nya mengambil paper bag yang berisi sehelai sepasang baju. bagi nya itu akan berguna saat Rena di periksa. terlihat baju yang di kenakan Rena sangat lah bau dan basah.
ia melajukan mobilnya. setiba nya di puskesmas. Rena langsung di tangani.
"apakah Anda bapak dari anak ini.?"
Budi bingung, namun tak ada pilihan. Budi mengangguk dan mengiyakan pertanyaan dokter.
Rena di periksa. terlihat ia sangat lemah.
"bagaimana dok.?"
tanya Budi.
"Anak anda sangat dehidrasi dan terlalu tertekan. kurang makan sepertinya. ucapan dokter itu membuat Budi terkejut.
"apa benar ia anak bapak.?"
dokter menatap heran pada Budi.
"bukan dok ia saya temukan di jalan ia tak punya siapa-siapa. jadi saya bawa pulang. tapi tiba-tiba ia jatuh sakit. jadi saya bawa kesini."
jelas Budi kepada dokter.
"baik pak. ini obat nya. anak nya hanya perlu makan teratur dan istirahat penuh. ia terlihat sangat lelah dan lemah. usia nya seperti masih 6 tahunan.
ucap sang dokter.