Pak Budi membawa Rena kembali pulang. setelah Rena di periksa oleh dokter. dan disarankan untuk banyak beristirahat.
"Nak kamu makan dulu ya."
Pak Budi menyuapi Rena makan layak nya seorang Ayah.
Rena meski sakit, ia nampak lahap memakan makanan yang di beri oleh Pak Budi.
"Kamu lapar Nak?"
Rena hanya mengangguk.
meski hanya dengan makanan alakadar nya Rena nampak lahap memakan nya.
ia sakit tapi ia juga kelaparan. akibat siksaan Ibu nya.
"Nak, apa paman harus mengantarmu pulang?"
Rena nampak langsung ketakutan dan bersembunyi. tubuh nya bergetar ketakutan.
"Nak, kemarilah. aku tak akan membawa mu pulang."
Rena nampak tenang dan ia kembali duduk dan memakan makanan nya.
"om Rena takut di siksa ibu lagi. tolong jangan kembalikan Rena."
ucap Renata memohon pada Pak Budi.
"baiklah Nak, tinggal lah disini sesuka mu. itu baju mu di ganti dulu. om tak punya baju Anak-anak. itu baju yang kamu bawa hanya itu?"
"iya om Rena tak punya baju. karna ibu tak pernah membelikan ku baju. itu kudapat saat aku mengemis di lampu merah. dan ibu-ibu memberikan nya padaku."
Rena menjelaskan pada Pak Budi.
Pak Budi sangat tak tega dengan anak kecil itu, ia sunggu mengasihani anak itu.
"ini minum dulu obat mu lalu, tidur ya."
ucapan di anggukan Rena setelah ia mengganti baju nya.
Anak itu terlihat sangat mandiri di usia nya yang masih terbilang sangat butuh dukungan dari orang tua nya.