7. Trauma

209 Words
Tak terasa malampun tiba, Rena yang tadi nya terlalu lama beristirahat, ia terlihat sangat gelisah, ia takut akan bertemu kembali dengan ibu nya Dina. ia membayangkan betapa kejam siksaan yang ia dapat. dia membayang kan saat ia di pukul, di cubit, di seret, bahkan di celupkan ke bak mandi yang masih berisi air. ia menangis ketakutan di dalam gelap nya kamar. suara tangis nya terdengar oleh Pak Budi. "Nak, kamu kenapa nangis ketakutan gitu?" tanya Pak Budi saat mendekati Rena, "Tidak jangan tolong jangan pukul aku ibu, ampun." tangis Rena pecah berlari saat lampu di nyalakan oleh Pak Budi. "ckleeek." lampu menyala. Rena terlihat memeluk bantal nya. "Nak, jangan kahawatir. tidak ada ibu mu disini." Pak Budi berusaha menenangkan nya. sepertinya dia trauma akan kejadian yang selama ini dia alami. entah apa yang di lakukan ibu nya hingga ia sangat mengalami kepedihan. kasian kau Nak. gumam Pak Budi dalam hati. "Om Rena takut." Rena memeluk Budi. "apa yang di lakukan ibu mu Nak, hingga kau ketakutan?" tanya Budi. "aku di pukul, di cubit, rambut ku di seret ke kamar mandi. aku ci celup ke dalam air. tapi aku enggak tau salahku apa om." Budi mengelus d**a mendengar pengakuan anak itu. "Nakz tenang lah, kamu aman disni Nak." ucap budi
Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD