“Lomba kedua berjudul.... Mendadani Ibu!” Pricilia mengangkat tangannya. “Pak, saya adanya Mami enggak punya Ibu. Gimana?” tanya gadis itu dengan wajah polos. “Kamu jangan malu-maluin Mami, deh, Pricil,” bisik Prily gemas pada anak dadakannya. Gadis itu dengan percaya dirinya mengangkat tangan dan bertanya dengan wajah tak bersalah. Padahal mereka sudah berada di atas panggung. “Sama aja kok, Neng Gelis. Mau Mami, Emak, Mama, Bunda asal enggak Bapak aja,” kata pembawa acara itu membuat para penonton bersorak dan tertawa. “Pricilia i lop yuuu!” “Ciaaa ciaa!” “Mami Prily angkat aku jadi anakmu!” “Mami Prily! Mami Prily!” “Ck, apaan, sih,” kata Pricilia berwajah datar saat mendengar namanya dipanggil-panggil. Lain lagi dengan Prily, perempuan itu malah dengan cantiknya melambaikan tan

