“sayang banget gak bisa turun hiks…”
Aku bergumam sendiri kecewa dengan semua hal yang ternyata harus jadi tak sesuai dengan rencana dan harapanku. Sementara aku pun tak mungkin pulang hanya dengan tangan kosong saja. tapi berada di sini sekarang pun sungguh tak ada yang bisa ku lakukan juga.
“loh… masih belum ganti?”
Tanya instruktur yang tadi sempat berbicara banyak denganku.
“ehm… berharap ada keajaiban dan tiba-tiba bisa diving turun ke bawah sana”
Balasku padanya
“hati-hati loh… jangan nekat turun sendiri ke bawah ya”
Ingatnya padaku, aku hanya tersenyum saja padanya. kalaupun aku sampai nekat ya mungkin karena ada alasan yang lebih gila dari kebelet inginkan mutiara yang sangat langka itu.
Kini aku masih duduk dengan kaki yang ku ayun-ayunkan di antara genangan air di lautan ini, betah akan sensasi segarnya. tanganku juga ikut merasakan air yang cukup dingin menyejukan kulit tubuhku.
“Siren… tak bisakah kamu bantu aku… kalo bener kamu itu ada dan bisa bantu… aku harap kita bisa ketemu…”
Racauku tak jelas. berharap yang tidak-tidak seperti orang tak waras.
Tapi kemudian sesuatu yang yang bersinar ku lihat dari dalam air yang berjarak tak jauh dariku. Entah apa itu yang lalu mengapung dan kini mulai muncul ke permukaan dengan menampilkan kilauannya yang sangat menarik minatku.
Karena penasaran aku langsung bangun dan meraih tongkat yang kebetulan ada di kapal ini untuk mengambil benda yang berhasil mencuri perhatianku.
Dengan harus sedikit berusaha, akhirnya aku bisa menjangkau benda yang ternyata sebuah kotak kristal bening yang cukup indah di mataku.
“ini masanya lebih berat dari masa air tapi kenapa bisa mengapung ke atas begini”
Ku perhatikan kotak Kristal yang ada di tanganku kini, di dalamnya terdapat sebuah gambar yang mengilustrasikan seorang wanita bertubuh siren lengkap dengan ekor ikannya dan d**a yang hanya di tutupi seadanya. kulihat ia seperti sedang mencoba meraih tangan seorang pria yang ada di atasnya.
“ini… jangan bilang ini adalah balasan buat pertanyaanku tadi… hal mustahil bisa aja terjadi kaya gini…”
Kemudian kuperhatikan hamparan lautan yang ada di depan mataku. Kedalamannya kuperkirakan hanya dua meter turun melandai empat sampai tujuh meter saja ke bawah. jadi aku pikir kalaupun aku sampai turun ini tak akan terlalu berbahaya, anggap saja ini kolam renang yang lebih luas.
“aku tau ini gila… tapi aku gak bisa diem aja…”
…..
……..
Author pov
Sementara itu di tempat lain, Jackson yang baru saja membuka matanya langsung mencari sosok wanita yang telah bercinta semalaman bersamanya. Namun ia tak bisa menemukan Irene di sampingnya.
“kemana dia?”
Herannya. Pikirnya mungkin Irene sedang berada di kamar mandi saat ini, sampai Jackson menurunkan kedua kakinya dan melangkah berjalan menuju kamar mandinya.
Tok tok tok
Jackson mulai mengetuki pintu kamar mandinya.
“sayang…. Irene… Irene”
Panggilnya dengan nada yang di buat sangat manis sekali di depan pintu kamar mandinya itu, memanggil nama Irene yang ia pikir tengah berada di dalamnya.
Tak ada balasan juga, sampai di bukanya pintu itu dan di lihatnya tak ada siapa siapa di dalamnya.
“ehmm… apa dia di balkon ya…”
Jackson kemudian berjalan ke arah balkon apartemenya yang menunjukan view pagi yang cukup indah untuk di nikmati sampai ia pikir Irene sedang berada di sana.
“Irene…”
“gak ada juga… di mana dia?”
Jackson kemudian berjalan ku ruang tengahnya dan lagi ia tak bisa menemukan sosok wanita yang tengah membuatnya mabuk akan cintanya semalaman.
“dia… apa dia pergi gitu aja…”
Terkanya dengan nada penuh kekecewaan terdengarnya. Hatinya tiba-tiba jadi sangat kosong mengetahui Irene yang sudah tak ada di apartemennya pagi ini.
“hhhh….”
….
Kini Jackson dengan wajah murung dan perasaan bingungnya, hanya bisa kembali ke atas ranjang tempat tidurnya, duduk diam saja di sana. Entah kenapa ia merasa seperti telah di campakan oleh mahasiswanya yang semalam sudah tidur bercinta bersamanya.
“ckk… dia ini bener bener... kenapa bikin aku ngerasa kaya di tinggalin abis di tidurin gini sih…”
Padahal setelah memiliki malam panas dan memabukan bersama Irene, Jackson juga berharap bisa memiliki pagi yang indah bersamanya. ia memiliki fantasi - fantasi yang seperti ketika ia bangun dari tidurnya pagi ini, matanya bisa menemukan wanita cantic itu ada dalam dekapan tubuhnya, tengah terbaring dengan lengannya sebagai bantalan tidur dirinya, dan memberikan morning kiss manis di bibirnya. namun sayang ia malah dengan malangnya kini sendiri harus gigit jari karena mendapati dirinya sendiri kembali di ranjangnya yang hanya menyisakan sepi.
Ia kembali mengguling-gulingkan tubuh di atas ranjangnya itu untuk meresapi kehadiran Irene yang semalam sempat terbaring di sampingnya,
“bau tubuhnya masih di sini… ahhh… dia itu bikin aku gila aja pagi-pagi…”
Jackson tengah mengingat sisa sisa semalam, apa saja yang telah di lakukan Irene pada tubuhnya sampai mengeluarkan desahan karena sentuhannya yang sangat memabukan.
“emhhh… kenapa aku jadi ingin dia lagi…”
Jakson merasa frustasi sendiri saat ini. ia inginkan kebersamaan dengan mahasiswa cantiknya itu kembali. bahkan tangannya kini sudah mulai menjalar di tubuhnya dan dengan mata yang di pejamkannya, ia tengah mengikuti potongan-potongan ingatannya soal bagaimana semalam sentuh lembut tangan Irene menari pada tubuhnya.
“emmhhhh… ahhhh… dia pintar sekali mengodaku…”
Jackson larut dalam ingatannya semalam. Ia tak bisa menghentikan bayang Irene yang sedang menyentuh dirinya itu.
Drttt
Drttt
Drtt
Mendengar getar handphonenya yang menandakan satu notifikasi masuk di sana. Jackson langsung terperanjat dan cepat tangannya meraih handphonenya itu.
“aaishhhh…. Operator sialan… aku pikir ini pesan dari Irene, tenyata…”
“Aaaa Irene!!! kenapa dia ngilang tiba-tiba ginii???!!!”
Jackson menggila karena Irene. setelah tadi sempat ia kirimi Irene pesan dan sempat juga Jackson menghubunginya, namun sayang baik pesan atau pun panggilannya itu tak menadapat balasan dan jawaban dari Irene. dan karena itulah Jackson di buat sangat bingung olehnya.
“gak bisa gini, aku harus bangun dan cari dia…”
Ucapnya, dan akhirnya Jackson bangun dari ranjang tempat tidurnya lalu berjalan menuju kamar mandinya. cepat ia membersihkan tubuhnya dan kini sudah berada di area dapur untuk mengambil segelas air minum.
Matanya kemudian menemukan sebuah notes di atas meja tak jauh dari tempatnya berdiri saat ini.
~ Pak Jackson, aku harus pergi dan maaf aku gak sempet pamit pagi ini. mungkin kita gak akan ketemu beberapa hari karena urusan aku yang mendadak ini…
terimakasih untuk semalam, aku punya momen yang indah buat di kenang. Aku pasti kembali nanti… Aku harap kita bisa punya waktu yang lebih indah untuk di lewati…
love from Irene
….
Senyum sumbringah langsung terpajang di wajah pria yang semula sempat murung dan kecewa bahkan sampai uring-uringan tak jelas berpikir yang tidak-tidak soal wanita yang tiba-tiba menghilang dari ranjang tempat tidurnya pagi ini.
“dia ini… yang bener aja…hhh”
Gumamnya dengan masih betah tersenyum bahkan lengkungannya jadi semakin melebar saat di temukannya sarapan yang sempat di siapkan Irene sebelum pergi untuknya.
“roti, selai stroberi dan telur mata sapi… hhh… awas aja kalo sampe dia gak balik lagi…”
Ucap Jackson sambil mulai menggigiti roti buatan wanita yang sudah sempat membuatnya sampai tak enak hati untuk memulai hari.
“hhh… Irene”
Jackson mendudukan tubuhnya lemas di kursi, lalu ia mulai menatapi layar handphonenya yang sedang menampilkan sosok Irene yang tengah tersenyum dengan tubuh polosnya, yang coba di sembunyikannya ke dalam pelukan tubuh Jackson yang tengah sama bertelanjang di atas ranjangnya semalam.
Ia tersenyum, terpesona akan pemandangan indah lekuk tubuh belakang wanita yang sedang bertumpu di atas tubuhnya. Jackson dan Irene berpelukan, saling merapatkan tubuh tak berbusana keduanya di dalam foto yang tengah betah di tatapi Jackson saat ini.
“janji padaku untuk segera kembali Irene…”
….
‘…. berita hari ini, seorang wanita muda di nyatakan hilang dari sebuah kapal yang sedang berlayar membawa sejumlah wisatawan di laut di kota ‘S’. Menurut penuturan beberapa penumpang wisatawan di kapal itu, ia adalah salah satu dari wisatawan yang akan menyelam namun sayang harus tertunda karena cuaca yang di perkirakan akan buruk hari ini. Tim dan beberapa bantuan sedang di kerahkan untuk mencari wanita muda yang di duga kuat tengah nekat menyelam ke dasar lautan-‘
Jackson yang sedang melihat berita dari layar televisinya itu hanya menggeleng-gelengkan kepalanya saja saat mendengar berita dari kota yang menjadi tempat penelitian mutiaranya kemarin bersama Irene.
“ckckkk… ada-ada aja si, cerobohnya bikin aku tiba-tiba jadi inget Irene, hhhh …. semoga aja Irene gak segila itu buat ceburin diri ke lautan kaya gitu...”