“hahhhhh…”
Jackson akhirnya bisa merebahkan dirinya di atas ranjang tempat tidur di kamarnya setelah melewati hari yang cukup melelahkan baginya. Ia memejamkan matanya, dan kemudian wajah Irene yang tadi menangis di halte bis itu tiba-tiba muncul dalam bayangannya. Senyum kemudian terukir di bibir pria itu.
“hhh… ada-ada aja sih tu anak”
Jackson sepertinya sudah melupakan soal mutiaranya yang tadi terinjak oleh Irene, dan kini ia malah sedang terkehkeh mengingat ekspresi Irene yang menurutnya sangat lucu, menggemaskan, bahkan imut sekali di matanya.
Masih memejamkan matanya, mungkin karena lelah ia hanya ingin tertidur saja saat ini. bayangan Irene masih betah berada dalam benaknya. Tapi kemudian tiba-tiba saja dalam bayangnya itu, terlihat Irene yang tengah menatap kearahnya dengan menampilkan wajah sedihnya,
“Juliann…”
Irene memanggil dirinya dengan nama itu. Jackson sampai membuka matanya lebar-lebar kini, ia diam tak bergerak untuk beberapa saat.
“aah… apa itu? dia kenapa memanggilku begitu…”
Julian menggeleng-gelengkan kepalanya, berusaha mengeluarkan bayangan yang cukup membuat bulu-bulunya berdiri itu.
“aku mungkin cuma kecapean, sampe bayangin yang engga-engga kaya gitu…”
Gumamnya, ia kemudian bangun dan merasa harus mengembalikan pikirannya yang sudah overload sampai berhalusinasi membayangkan yang hal aneh-aneh seperti itu, begitu pikirnya.
Dan tepat saat ia akan melangkah menuju kamar mandi, tiba-tiba saja…
“Juliaannhh….”
Telinganya jelas mendengar suara wanita yang memanggilkan nama Julian seperti dalam bayangnya tadi. dan anehnya itu benar-benar tedengar persis seperti suara Irene.
Ia mengedarkan pandangannya ke sekeliling, berusaha mencari sumber suara misterius itu. Jackson seketika merasa dirinya tengah di hantui sesuatu.
“ih, kok tiba-tiba jadi horror gini… Julian? Siapa sih? Bikin takut aja deh”
Tiba-tiba ia merasakan aura-aura tak menyenangkan seperti dalam film horror, sampai sekujur tubuhnya merinding karenanya. Bahkan tangan Jackson reflex menutupi kedua telinganya, takut jika ia sampai harus mendengar suara itu kembali.
kemudian Jackson cepat-cepat menyalakan televisinya dan membesarkan volumenya agar tak terlalu sepi. berharap bisa menghilangkan kesan menyeramkannya di kamarnya kini.
Sementara itu di tempat lain, Irene Kim sedang duduk terisak di depan sebuah minimarket yang berjarak tak jauh dari rumahnya, tengah melahap rakus satu cup es krim vanilla yang di sendokinya besar-besar lalu di suapinya ke dalam mulut mungilnya itu.
“kenapa aku ceroboh banget… aahh…”
Tangannya kemudian mengeluarkan handphone dari saku jaket yang di kenakannya saat ini. Irene mulai membuka laman pencarian google dan mengetikan sesuatu di sana
‘Cara menghasilkan uang miliaran dalam tiga bulan’
…..
“aah… apa-apaan ini… yang keluar malah situs judi online begini”
Irene bergerutu, ia benar-benar tak tahu harus berbuat apa saat ini.
“Irene… ngapain di sini sendiri?”
“Wendyyyyy…. ahahhhh”
Irene langsung menghamburkan dirinya ke dalam pelukan sahabatnya yang tiba-tiba saja muncul di hadapannya, tepat di saat Irene benar-benar membutuhkan seseorang saat ini.
“kenapa? kenapa? gak abis di rampok kan? Gak di apa-apain orang kan??”
Wendy jadi panic melihat Irene yang kini bertingkah aneh, tengah memeluk dirinya erat-erat seperti orang ketakutan.
“kenapa? siapa yang di rampok?”
Roy yang ternyata juga datang bersama dengan Wendy langsung menyapukan pandangannya ke sekeliling mencari rampok yang baru saja di katakan oleh Wendy itu.
“bukan rampok, tapi aku harus kebobolan 1 M sekarang”
“SATU EM??!!”
Wendy dan Roy kompak terkaget-kaget begitu mendengar kata satu M itu keluar dari mulut Irene.
“lah… kok bisa? kebobolan gimana maksudnya?”
Tanya Wendy lebih lanjut.
“ahahaahhhhhh”
Irene tak menceritakannya dan malah mulai merengek tak jelas pada kedua sahabatnya itu.
“iiih… jangan bikin bingung gini deh, cepet bilang gimana bisa sampe ke bobolan satu M gitu??”
Roy jadi penasaran dan di buat tak sabaran ingin mengetahui kronologinya.
“jadi… aku gak sengaja injek mutiara penelitian punya Pak Jackson yang harganya miliaran itu… dan-“
“APA!! Injek???? Waaah parah paraaahh…wahh…”
Begitu reaksi tak percaya Wendy yang syok mendengar sahabatnya yang menurutnya sungguh tak kira-kira telah menginjak mutiara mahal yang di ceritakannya itu,
“aduh kok pengen ketawa yaa… Ren sumpah deh gak ada lagi yang bisa di injek apa? keset gitu kenapa harus mutiara sih?”
Tambah Roy, ia jadi ingin tertawa atas kejadian apes yang baru saja menimpa sahabatnya itu.
“iiihhhh…. Kalian mah sama aja… bikin aku kaya orang bego tau gak??!! aku tuh gak sengaja! Lagian itu mutiaranya sempet ngilang dan pas aku lagi cari, gak tau gimana ceritanya… itu tiba-tiba keinjek gitu aja …”
“hhhh…. Terus gimana sekarang? Si Pak Jackson marah?”
“jelas marahlah… aku berasa kaya mau di makan idup-idup tadi sama dia”
Wendy menatap tak tega pada nasib apes sahabatnya itu.
“yo wesss… kita pikirin itu ntar, sekarang biar kita makan malem aja dulu gimana?”
Tawar Roy pada Irene, tapi rupanya tawarannya itu tak di tanggapi Irene se-exited biasanya.
“yaah… kok gak bersemangat gini si? Barbeque deh… gimana?”
Irene yang biasanya akan sampai melompat-lompat begitu mendengar kata Barbeque itu, tapi karena saat ini ia sedang kesandung masalah, ia jadi tampak tak memiliki tenaga untuk tertarik akan hal itu.
“ooh… yang bener aja, gak tertarik nih?”
Irene sangat pusing dan kebingungan sekarang ini memikirkan bagaimana caranya agar ia bisa mendapatkan uang dua miliar itu, atau mungkin ia sedikit berharap bisa tiba-tiba menemukan mutiara yang di jatuhkan miliader untuknya.
“Irene…”
“ehm”
“jangan gini dong… pasti ada jalan keluarnya kok, yakin deh…”
Wendy mencoba menyemangati sahabatnya yang sedang murung itu.
“ehmm… kita juga pasti bantu kok… jadi calm down yaa…”
Tambah Roy, Irene kini bisa sedikit tersenyum berkata kedua sahabatnya itu.
…..
Esokan paginya
“Aaaa!!!!”
“hhh…hhh...hhh…”
Dengan napas yang terengah-engah aku terbangun pagi ini setelah memimpikan akan di cekik oleh Pak Jackson karena masalah mutiara kemarin.
“oh… untung Cuma mimpi… aaahh…”
Padahal aku berharap semua yang terjadi kemarin hanyalah mimpi burukku saja. kemarin adalah Benar-benar hari yang paling buruk sepanjang hidupku.
“hey… kalo mau injek barang tuh liat-liat dulu coba… biar gak berantakan gini kan jadinya!!”
Aku memarahi kakiku sendiri seperti orang gila pagi ini.
“ini masih jam 6. 38, kayanya mending aku bangun aja deh terus cari beberapa loker yang gajinya lumayan gede buat ganti tu mutiara”
Meskipun terdengar sangat mustahil, tiga bulan? Oh, yang benar saja… pekerjaan apa yang sampai menghasilkan miliaran rupiah dalam waktu sesingkat itu.
selain mungkin aku harus bergabung dengan sindikat perdagangan gelap atau usaha pembobolan bank atau mungkin penjualan barang-barang haram, ah aku pasti kepalang stress sampai melantur memikirkan hal-hal seperti itu pagi-pagi begini.
“andai aja tuhan tiba-tiba ketemuin aku sama malaikat yang bisa kasih aku hidup mewah… pasti semua bakal selesai dengan mudah…”
Kataku sambil menurunkan kakiku dari ranjangku dan berjalan ke kamar mandi untuk bersiap memulai hari.
….
‘Citra mengambil kehalusan dan sinar yang cantic dari mutiara alami yang kaya mineral untuk menciptakan CitraPearly White Moisturizer… memberimu wajah secantik mutiara-‘
“aaahh!!! Sebel sebel sebelll…. kenapa mutiara itu terus aja muncul di mana-mana”
Ucap Irene sambil mematikan layar televesi di depannya. ia merasa seperti di hantui mutiara malang yang di injaknya kemarin itu. setiap kali ia melihat benda putih bulat juga bersinar itu, ia langsung takut dan gelisah tak karuan.
Dan anehnya ia malah banyak sekali melihat orang-orang mengenakan ornament, aksesoris, bahkan iklan kosmetik dan perawatan tubuh tiba-tiba menampilkan mutiara-mutiara yang di rasakannya kini tengah menuntutnya untuk segera di ganti itu.
“aku bisa gila kalo gini terus … aarghhhh!”
“apa aku cari pinjeman aja kali ya… tunggu tapi bunganya? Ohh… belum lagi jaminannya? Ah! ditambah mungkin aku bakal di kejar-kejar kreditur nantinya… itu bakal jauh lebih gila Irene!!”
“Aaahh… tuhan apa salah akuu … harus hidup susah, dan di tambah lagi sekarang aku harus ganti mutiara yang harganya miliaran ituuu… apa mungkin aku di kutuk orang di kehidupanku sebelumnya ya? kenapa nasib aku menyedihkan ginii hhhhh….”
……