Hari Dyra semakin gelap, dia seperti orang yang bukan dirinya. Pikirannya berisik oleh berbagai rencana yang terpikirkan olehnya, sedang hatinya gundah gulana karena pria yang dia cintai berada di Hawaii bersama wanita lain. Sudah dua hari Zavier tak menghubunginya, Dyra juga berusaha untuk tidak menelepon Zavier. Dia berpikir, suaminya itu masih akan menjaga hatinya seperti biasanya. Namun, ternyata itu salah. Zavier sama sekali tidak menanyakan keadaannya walau sudah dua hati tidak bertemu.
Di keheningan pagi itu, Dyra hanya bisa menatap dirinya di cermin. Dia baru saja menyelesaikan sesi berendam dan kemudian mandi. Dyra berpikir dengan berendam air hangat bisa menenangkan sedikit saja pikirannya, tapi ternyata tidak. Dia justru semakin ingat dan semakin menjadi kesal. Hingga tak lama setelah itu, ponselnya terdengar berdering.
"Zavier," ucapnya spontan.
Sisa cinta di dalam hati wanita itu tentu saja masih membuatnya berharap suaminya yang menelepon. Dia masih ingin Zavier ingat pada dirinya.
"Iya, Myr." Ternyata Myra yang menghubungi Dyra.
"Dyra, suamimu tak ikut dengan Kikan. Aku bisa pastikan itu," kata wanita itu.
"Apa kamu bilang? Tidak mungkin, bukankah kemarin kamu mengatakan jika mereka ...," jawab Dyra dan terpotong.
"Semua salah paham, Dyra. Aku salah lihat dan aku salah memberikan informasi." Myra mengelak.
"Tidak, Myra. Kamu tidak mungkin melakukan itu," balas Dyra tak percaya. "Foto dan video itu sudah sangat jelas." Marissa bersikeras dengan apa yang pernah Myra beritahukan.
"Saat itu Kikan mabuk. Saat itu juga, Zavier tidak sengaja datang ke aula pesta Kikan. Itu adalah kejadian yang tak terduga saja, Dy," jelasnya sekali lagi.
Tak ada angin tak ada hujan, orang yang sangat Dari percaya itu menarik semua informasinya dan mengubah menjadi sebuah berita kesalah pahaman.
"Zavier tidak mengkhianatimu, Dyra. Dia hanya terjebak dalam pesta itu karena salah masuk," jelasnya lagi dan sambungan telepon segera berakhir.
Dyra hanya diam, dia tak tahu harus berkata apa. Dia sangat yakin jika suaminya itu memiliki hubungan dengan Kikan. Sehingga dia membuat semua menjadi berantakan seperti saat ini. Bagaimana juga semua sudah terlanjur rusak. Termasuk dirinya sudah membongkar aset yang dia miliki yang sudah dia gunakan untuk menyelamatkan perusahaan suaminya saat itu.
"Jika semua hanya salah paham, kenapa Mama membela wanita itu? Kenapa Mama mengatakan jika dia lebih kaya dan akan membuat aku ditendang dari rumah ini?" batin Dyra menganalisa. Dia cukup mengerti jika ibu mertuanya juga membandingkan dirinya dengan Kikan seakan mereka saling mengenal.
Wanita itu menjadi semakin pusing. Dia masih bingung harus apa. Sebagian dari dirinya sudah terbawa pada situasi rumit hubungan sang suami dengan model terkenal itu. Kini, semua anggapan itu dipatahkan oleh sebuah hal yang tidak jelas kebenarannya.
"Aku tidak boleh gegabah, jika aku salah langkah aku akan ditendang dengan cara yang tidak terhormat. Aku akan diinjak-injak dan diusir keluar oleh Mama," ujar Dyra.
Dia masih berkutat dengan berbagai kemungkinan yang ada, bagaimana juga sekarang adalah masa-masa yang cukup sulit. Saat hatinya menjadi semakin kalut, terlihat Zavier menghubungi Dyra. Pria itu melakukan panggilan video pada istrinya setelah dua hari tak memberikan kabar.
"Halo, Dyra?" sapa Zavier.
"Ah, i-iya, Zavier," balas Dyra. "A-ada apa?" tanyanya dengan gugup.
"Kamu kenapa, Dyra? Kenapa gugup? Ada masalah?" cecar Zavier.
"Ti-tidak ada, aku baik-baik saja. Ha-hanya me-merasa sedikit lelah," dusta Dyra.
"Maafkan aku, aku baru saja selesai meeting. Dari kemarin aku harus menyiapkan segala sesuatu dengan baik. Aku tidak bisa membiarkan investor ini lolos," kata Zavier.
"Ba-baiklah. Berusahalah," jawab Dyra.
"Dyra, maafkan aku. Mama mengatakan jika kamu menyusulku ke bandara. Aku tak melihatmu," jelas Zavier.
"Tidak masalah, yang terpenting kamu sampai dengan selamat." Dyra terpaksa mengatakan jika dia baik-baik saja. "Apa masih lama?" tanyanya kemudian.
"Tidak, Sayang. Aku akan segera pulang, kamu bisa menjemputku jika aku sudah sampai. Aku akan menebus kesalahanku yang tak menemuimu di bandara saat berangkat kemarin," jawab Zavier dengan sangat manis.
Dyra hanya mengulas senyuman. Dia merasa dalam beberapa hal, Zavier berubah menjadi sangat manis. Hatinya seperti disiram oleh kehangatan setelah membeku selama beberapa hari setelah dia menerima foto Zavier dan Kikan.
"Sebenarnya ada banyak hal yang ingin aku tanyakan, tapi aku akan menundanya sampai kamu pulang." kata Dyra.
"Baiklah, Sayang. Sampai jumpa," balas Zavier.
Panggilan video itu segera berakhir, tak bisa dipungkiri jika hati Dyra mendadak menjadi lebih baik. Prasangka yang selama ini merongrong dirinya sedikit menghilang.
"Kenapa, Zavier? Kenapa kamu melakukan ini? Kenapa kamu membuatku terjebak dalam keraguan atas apa yang sebenarnya terjadi. Semua tampak nyata kemarin, tapi kenapa semua menjadi samar saat ini?" ujar Dyra tak percaya.
Sementara di sisi lain, Zavier menutup sambungan teleponnya dengan hati yang begitu hancur. Dia terdiam dan mematung selama beberapa saat.
"Kenapa, Sayang. Semua sudah beres, kan?" sebut Kikan.
"Aku rasa dia masih akan menanyakan sesuatu setelah aku kembali," balas Zavier.
"Aku sudah bereskan sebagian besarnya, kamu hanya perlu merapikan saja. Bukan hal yang sulit," jelas Kikan.
Kikan meminta orangnya untuk mencari tahu siapa yang membocorkan hubungannya dengan Zavier ke istri Zavier. Jika bukan orang dalam management dirasa tidak mungkin karena selama ini Kikan bermain rapi dengan pagar orang management. Setelah bekerja sama dengan bebeberapa orang dalam, mereka menemukan Myra sebagai tersangka utamanya. Mereka bergerak dengan sangat cepat jika tentang keamanan Kikan. Mengingat Kikan adalah artis penghasil uang terbanyak untuk perusahaan.
"Dia sudah diancam dan dipastikan akan hidup menderita jika sampai karirku ternodai." Kikan mengatakan hal itu dengan cukup lantang. "Myra adalah mantan manager artis terkenal yang berpindah ke agencyku setelah artis itu tiba-tiba lenyap entah kemana," lanjutnya.
"Meninggal?" tanya Zavier.
"Tak pernah ada berita pemakamannya jika dia meninggal," jawab Kikan.
"Pergi jauh?" Zavier menebak.
"Pergi jauh sekalipun, seharusnya masih ada jejak yang tersisa. Tidak pantas menghilang begitu saja tanpa ada pemberitaan apa pun," jelas Kikan lagi.
Zavier menjadi sangat bingung, apa mungkin seorang artis besar yang bersinar tiba-tiba menghilang dari dunia keartisannya tanpa meninggalkan sebuah pesan atau sebuah berita.
"Mungkin dia hamil dan menikah dengan pria di luar dunia hiburan, atau bisa juga dia menikah dengan pria miskin karena cinta, sehingga malu untuk mempublikasikan kehidupannya lagi," balas Kikan.
"Mana mungkin seorang artis besar tidak mempertimbangkan karirnya hanya demi sebuah pernikahan?" tanya Zavier.
"Mungkin saja, kamu tidak melihatku? Aku tak mempertimbangkan dirimu, aku hanya jatuh cinta dan aku tergila-gila padamu, sepertinya aku rela meninggalkan kehidupanku ini dan hidup bersamamu," sahut Kikan tegas dan dengan sangat manja dia duduk dipangkuan Zavier.