Mengikis Keraguan

1135 Words

"Ya, ini aku," jawabnya sembari mengulas senyum. Dyra tak bisa menghindar dari Ivander. Dia sudah terlanjur mengiyakan pertemuan itu sehingga semua harus berjalan sebagaimana mestinya. "Papa memberi nomorku padamu, sedekat apa kamu dengannya?" tanya Dyra. "Tanyakan itu pada Paman Anan, aku tak mau bicara banyak. Nanti kamu pikir aku sok kenal dan sok dekat," balas Ivan. "Sebenarnya apa yang kamu inginkan?" desak Dyra. "Tak ada, aku hanya ingin bertemu teman lama yang sudah dua tahun menghilang entah kemana," jawab Ivan dengan entengnya. "Teman?" tiru Dyra. Ivan membalas dengan anggukkan kepala yang ragu-ragy, kemudian dia melempar senyuman. Tatap matanya begitu menenangkan, dia juga begitu lembut dan tak ada dusta apa pun yang tersirat dari setiap kalimatnya. "A-apa yang kam

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD