Hati Dyra menjadi gundah gulana, berhari-hari pikirannya dipenuhi dengan pembicaraan yang dia lakukan dengan Ivan. Wanita itu memikirkan penuh apa yang bisa saja terjadi padanya setelah ini, tapi masih ada keraguan yang tertinggal dan sepertinya cukup kuat menancap. "Ada masalah?" Tuan Anan menyapa putrinya. "Papa," sahut Dyra terkejut. Tuan Anan tiba-tiba saja muncul di belakangnya yang tengah berdiri memandangi halaman belakang rumah itu sembari melamun. Pikirannya cukup berisik, perang antara keyakinan dan keraguan yang masih dia rasakan terus terjadi di dalam sana. Membuat Dyra tak peduli dengan apa yang ada di sekitarnya. "Sepertinya kamu sedang memikirkan sesuatu," ujar Tuan Anan. "Pa, kenapa Papa minta Ivan menemuiku?" tanya Dyra. "Ivan?" seru Tuan Anan dan dibalas denga

