Bab 3

969 Words
Keesokkan paginya, Zeyn dengan gagahnya menunggu calon istrinya dan sedang mendekat ke arahnya. Dia benar-benar sangat bahagia karena akhirnya sebentar lagi wanita yang sudah seperti hidupnya akan menjadi pendampingnya. Begitupun dengan Zoe, dia berjalan dan memandangi pria yang sangat tampan di depannya. "Dari tatapanmu, sepertinya ada dua kemungkinan. Tidak sabar ngin segera menikahiku atau ingin segera melemparku ke atas ranjang." Ucap Zoe yang membuat Zeyn tersenyum miring. "Bukan kemungkinan, karena keduanya benar." Jawab Zeyn dengan santai. Sedangkan di sana meskipun pernikahan Zeyn sangat sederhana dan hanya di hadiri beberapa sahabat dan anak buahnya, tetap saja tempatnya di dekor dengan indah karena Zeyn dan Zoe juga ingin mengenang dan memiliki foto pernikahan mereka nantinya. Namun saat mereka akan melangsungkan pernikahan, terdengar suara tembakan yang membuat semuanya jelas saja terkejut, Zeyn mengambil senjata yang ada di balik jasnya, sedangkan Zoe memang selalu membawa senjata yang di sembunyikan di pahanya. Zeyn melihat ayahnya melindungi ibunya dan akhirnya geram sendiri karena bisa-bisanya pernikahannya sampai bocor di luaran sana. "Dad. Bawa Mommy ke dalam saja, aku dan anak buahku yang mengurusnya." Ucap Zeyn yang di angguki oleh ayanya. "Jaga pengantinmu, Zeyn, minta dia menyusul kami saja." Ucap Reyhan yang khawatir dengan menantunya, meskipun dia tau jika Zoe sangat pintar dalam menembak, bela diri dan semacamnya, namun tetap saja dia khawatir. Namun saat dia melihat Zoe yang sigap dengan kedua pistol yanh ada di tangannya, Zeyn akhirnya tersenyum miring dan sepertinya Zoe bisa mengalahkan mereka. Luca dan Ronald sahabat dari Zeyn juga tidak tinggal diam untuk mengalahkan musuh yang berdatangan. "Kau sepertinya sangat marah karena ada yang menganggu pernikhanmu." Goda Zoe kepada calon suamimya ini, dan seharusnya saat ini mereka sudah resmi menjdi suaministri, jika saja tidak ada musuh yang datang. "Hm, setelah ini akan aku pastikan kepalanya akan terlepas dari tempatnya." Jawab Zeyn yang membuat Zoe tersenyum. Dugaan Zeyn benar, jika John di balik semua kekacauan oeenikahannya dan bersumpah akan menghancurkannya. John sendiri sangat dendam dengan Zeyn dan Zoe karena sudah membunuh adiknya dengan tragis bahkan di depannya. Untuk itu saat dia tau jika hari ini akan di adakan pernikahan Zeyn dan Zoe, dia tidak mau melewatkannya meskipun dia tau jika dirinya akan mati juga. "Kau tau apa yang akan aku lakukan setelah ini padamu," Zeyn mengeraskan rahangnya karena benar-benar marah kepda John karena membuat pernikahannya akhirnya tertunda. "Itu memang niatku." Ucap John tersenyum miring dan akhirnya menyerang Zeyn. Jelas John bukan tandingannya dan dia sendiri sebenarnya menyadarinya namun tetap saja nekat untuk menyerang Zeyn. "Kau tau jika dirimu lemah, tapi kau berani mendatangiku," Zeyn benar-benar menghina John dan snagat marah dengannya, kini dia bahkan sudah jatuh tidak berdaya akibat Zeyn yang melumpuhkannya. "Kau lah yang setelah ini akan menjadi pria lemah, Zeyn Dante! Akan aku pastikan kau mengalami apa yang aku rasakan." Ucap John yang masih saja berbicara meskipun dengan ringisan kesakitan karena luka yang di berikan Zeyn padanya. Zeyn tanpa ekspresi namun menembak tubuh John yang akhirnya membuat dia kesakitan namun tetap hidup karena Zeyn memang sengaja tidak membiarkan mati dengan cepat. Zeyn sendiri tersenyum dan ingin menghampiri kekasihnya karena mereka sudah mengalahkan semua musuhnya. Zoe terlihat semakin sangat cantik hari ini, entah itu karena memakai gaun atau karena sebentar lagi dia akan menjadi istrinya. Zoe tersentak dan merubah raut wajahnya yang membuat Zeyn kebingungan. Namun Zeyn terkejut, bahkan wajahnya menegang ketika tak lama da da Zoe mengeluarkan banyak darah. "Z-zeyn." Zoe terbata dan bahkan tumbang namun langsung di tangkap oleh Zeyn. Luca, Ronald dan anak buahnya juga terkejut ketika Zoe sepertinya di tempat oleh seseorang dari jarak jauh menggunakan senapan yang tidak menimbulkan suara keras. Mereka melihat sekitar dan ternyata ada yang bersembunyi dari kejauhan. Luca langsung mengarahkan pistolnya dan menembaknya tepat sasaran dan langsung membuat dia tumbang. "Aluna." Lirih Zeyn yang masih sangat shock. "Aku— aku mencintamu." Ucap Zoe yang bahkan mengeluarkan darah dari mulutmya yang membuat Zeyn tersadar dan langsung menggendongnya. Namun sebelum itu, Zeyn melihat John yang tertawa dan akhirnya mengarahkan pistolnya dan menembak John berkali-kali bahkan meskipun John sudah tidak bernyawa sekalipun. "Dia sudah mati, bawa Zoe ke rumah sakit. Cepat!" Luca menyadarkan Zeyn yang masih menembaki John padahal dia sudah mari sedari tadi. Air mata Zeyn menetes dan akhirnya melepaskan pistolnya dan berlari ke arah mobil untuk membawa Zoe ke rumah sakit. "Ini tidak akan berhasil, Zeyn." Zoe menahan ringisannya dan yakin jika sepertinya dia tidak akan selamat karena tubuhnya sangat sakit. "Aku akan menamparmu jika mengatakan hal itu." Zeyn jelas saja marah, bahkan dia mengendarai mobil seperti orang kesetanan karena ingin segera ke rumah sakit. Zoe tersenyum dan benar-benar tidak mau memperlihatkan kesakitannya kepada Zeyn, padahal dia benar-benar kesakitan. Setelah sampai di rumah sakit, Zeyn langsung berteriak dan meminta semua dokter mendekat untuk melakukan penanganan kepada Zoe. "Berjanjilah untuk melanjutkan hidupmu, Zeyn." Ucap Zoe dengan wajah yang sudah memucat. "Aku akan melanjutkan hidupmu bersamamu, dan lebih baik kau diam," Zeyn tidak mau mendengar apapun sampai akhirnya Zoe di bawa masuk ke dalam. Zeyn mengepalkan tangannya dan tidak menyangka jika hal ini akan terjadi kepada calon istrinya. Meskipun dia sudah membunuh John pun rasanya dia sangat marah karena ada yang melukai wanita yang dia cintai. "Zeyn!" Panggil Anya sang ibu yang sangat khawatir ketika mendengar calon menantunya tertembak. "Bagaimana Zoe?" Tanya Reyhan yang jelas saja khawatir, mereka berdua sudah menganggap Zoe sebagai putrinya. Zeyn hanya diam saja dan membuat Anya memeluknya. Zeyn membalas pelukan ibunya namun tak lama dokter keluar dari sana dengan wajah sendu. "Jangan memasang wajahmu seperti itu karena aku tidak ingin mendengar berita buruk." Zeyn menatap tajam ke arah dokter yang bahkan terlihat ketakutan. "Aku akan membakar dan menghancurkan rumah sakit ini, Jika kau— "Zeyn! Tenangkan dirimu." Reyhan jelas saja mengomel karena bukan hanya anaknya, tapi dia juga penasaran dengan hasilnya. "Tuan, maafkan kami, kami sudah melakukan semaksimal mungkin, tapi ternyata pelurunya menembus organ tubuhnya sehingga dia tidak bisa di selamatkan."
Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD