Suatu sore, senja berwarna merah keemasan menyelimuti langit, bayangan rumah-rumah di kawasan kompleks perumahan elit tampak semakin memanjang. Resty menyusuri jalanan kompleks perumahan itu dengan tatapan kosong, masker tak lupa ia gunakan untuk menutup sebagian wajahnya agar tidak diketahui para tetangganya dulu. Dia melangkah menuju salah satu rumah megah yang ada di ujung jalan, yang kini tampak sepi dan terbengkalai. Netranya memandangi bangunan berlantai dua bercat putih itu. Dulu, rumah itu menjadi simbol kejayaannya melalui tangan Harris. Namun, bangunan itu tidak semegah dulu, halaman depan tampak dipenuhi dedaunan kering berserakan. Tepat dua bulan sudah rumah itu resmi di sita oleh bank. Peristiwa yang semakin menambah deretan kemalangan yang dialami keluarganya. Nasib kedua

