Bab 56. Meninggalkan Masa Lalu

1022 Words

Kavia berdiri di depan pintu masuk penjara dengan perasaan campur aduk. Dingin yang menyelusup hingga ke tulang belulang bukan hanya berasal dari angin yang bertiup kencang di luar, tetapi juga dari ketegangan yang ia rasakan. Tangannya tergenggam erat sebuah amplop berisi surat gugatan cerai yang akan menjadi akhir resmi hubungannya dengan Harris. Seno berdiri di sampingnya dengan tenang dengan wajah tanpa ekspresi. Pria itu seolah menyadari bahwa momen ini penting, tetapi ia menjaga jarak dari emosi yang melingkupi Kavia. "Siap?" tanya Seno tanpa menoleh, suaranya rendah penuh kepastian. Kavia mengangguk pelan. "Ya," jawabnya mantap. Meskipun dalam hati, ia masih berjuang melawan perasaan yang tak menentu. Pertemuan ini bukan hanya akan menjadi penutup babak gelap hidupnya bersama H

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD