Aku adalah bayang-bayang saat matahari condong di hadapanmu. Tak perlu kau terganggu denganku, cukup aku yang mengawasimu dari belakang. Menjagamu. *** "Tidak apa-apa?" Kayonna menjingkat terkejut mendapat sapaan tiba-tiba sesaat setelah membuka pintu ruang toilet. Alexis berdiri, sandar panda tembok di hadapan pintu toilet. Ia menegakkan tubuh dan mendekati Kayonna. "Kamu tidak apa-apa, 'kan, Dokter Kayonna?" tanya Alexis lagi. Kayonna merasa Alexis terlalu perhatian. "Tidak. Saya tidak ap-apa. Terima kasih." Kayonna mengangguk dan mulai melangkah menjauhi toilet. Alexis mengikuti. "Papa, tidak apa-apa, 'kan?" Setiap Alexis mengucapkan kata 'Papa', selalu timbul desir aneh di hati Kayonna. Desir kerinduan yang sayangnya ia tidak tahu harus rindu ke siapa. Kepada Papa siapa. "Tung

