Spesialis bertahan hidup dengan uang belanja receh.

1307 Words

Pagi itu, Dara sedang menyuapi Zahra sarapan sambil sesekali mengecek panci di dapur. Bubur ayam ala rumahan yang dibuat dari beras sisa semalam ternyata cukup mengenyangkan jika dikasih kerupuk emping, sambal bawang, dan irisan seledri yang diambil dari pot depan rumah tetangga. Ya, pot, bukan pasar. > “Ma, kok buburnya kayak bubur abang-abang ya?” “Karena mamah lulusan universitas abang-abang, Nak. Spesialis bertahan hidup dengan uang belanja receh.” Zahra tertawa kecil, dan Dara ikut tertawa, walaupun di dalam hatinya masih nyesek. Hari ini, Bu Lilis ke pasar lebih pagi dari biasanya. Tapi bukan belanja bahan makanan — beliau janjian dengan Ibu RW, mau ikut senam ceria di lapangan. Dara heran, sejak kapan mertuanya yang super galak itu doyan olahraga? Jawabannya datang saat Bu Li

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD