Piring Terbang, Teri Gosong, dan Tetangga Tukang Live

1005 Words

Pagi itu rumah Dara penuh aroma. Bukan aroma masakan lezat—tapi aroma tegang. Setelah kejadian "mantan di depan pintu", suasana rumah seperti bubur tanpa garam: hambar tapi bikin kesel. Dara bangun lebih pagi dari biasanya. Hari ini ia bertekad tidak hanya menyajikan makan pagi, tapi juga pembuktian. “Pagi, Fi,” sapanya dingin, tanpa menoleh dari kompor. Rafi menggaruk kepala yang tak gatal. “Pagi. Masak apa, Dar?” “Teri. Gosongin hati sekalian.” Jawab Dara tanpa basa-basi. “Eh, jangan teriak-teriak ya. zahra belum bangun,” tambahnya cepat, sambil mengaduk wajan dengan intensitas yang bisa memanggil jin jika perlu. Rafi diam. Ia tahu betul bahwa ketika Dara mulai masak sambil murung dan menggumam doa pengusir mantan, itu artinya: bahaya tingkat RT. Di luar, terdengar suara tetangga

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD