Matahari pagi menyengat pasar induk Tirta Jaya. Uap dari gerobak gorengan, aroma cabe dari kios sayur, dan suara teriakan ibu-ibu rebutan diskon telur jadi latar penyambutan warung baru: “Bakso Dara Cabang 1 – Kenyang Murah, Bahagia Maksimal”. Spanduk warna merah menyala tergantung miring sedikit karena dipaku pakai paku bekas sandal jepit. Dara berdiri di depan pintu warung, mengenakan celemek pink dengan tulisan "Ceu Bakso: Ratu Kuah Abadi", rambut dicepol asal-asalan, dan mata sipit karena belum tidur dua hari. “Ini dia, Dar! Kita launching hari ini! Jangan gugup ya!” kata Neni sambil mengatur posisi kamera HP untuk live t****k. Dara cuma mengangguk lemas. “Gue gugup, bukan karena launching, tapi karena... semalem mimpi digondol tuyul yang mirip Rafi,” gumamnya sambil merapal doa pe

