19

3594 Words

"Maafkan aku sudah mengganggu kalian." Kata Tania. Lyla diam sejenak, pura-pura fokus mengobati luka di wajah Tania, agar tidak terlihat kalau ia keberatan dengan situasi sekarang. Lyla akhirnya mencoba tersenyum, meskipun susah. "Tidak apa-apa." Ucap Lyla. "Aku tahu, kau pasti merasa tidak nyaman. Sebagai sesama perempuan, aku... aku bisa membayangkan posisi mu." Tutur Tania. "Aku tidak bermaksud mengganggu." "Jujur, aku memang tidak suka." Kata Lyla sembari memandang Tania, dengan ekspresi yang tidak ia buat-buat. Ia menunjukkan ia kesal, ia kecewa, dan kacau. "Hah, tapi... bukan karena mu. Kau memang sedang butuh bantuan, bukannya aku tidak punya otak namanya, kalau mengusir mu hanya karena cemburu?" "Tapi aku benar-benar minta maaf." Ucap Tania. "Sudahlah, lupakan. Sekarang lebih

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD