Laut Mediterania di malam hari tampak seperti hamparan tinta hitam yang tak berujung. Di bawah permukaannya, sebuah kapal selam taktis kelas menengah milik klan Valenti—yang Dante beli dari seorang laksamana Rusia yang sedang butuh uang pensiun—meluncur sunyi menuju koordinat yang ditemukan Elena.
Di dalam ruang kontrol yang sempit dan dipenuhi pipa-pipa besi berbau oli, Elena Vane sedang mengalami krisis eksistensial terbesarnya. Bukan karena fakta bahwa mereka sedang menuju markas musuh paling berbahaya di dunia, tapi karena fakta bahwa ia harus menghabiskan dua belas jam di dalam tabung besi tanpa koneksi internet satelit yang stabil.
"Dante, ini tidak bisa diterima," keluh Elena sambil mengangkat tabletnya tinggi-tinggi ke arah langit-langit baja. "Kita berada di kedalaman seratus meter dan latency jaringanku sudah mencapai 2000 milidetik. Aku bahkan tidak bisa membuka lampiran email, apalagi membobol pertahanan siber pusat The Board."
Dante, yang sedang memeriksa peta sonar bersama Franco, menoleh dengan helaan napas panjang. "Elena, kita sedang berada di dalam silinder logam yang dirancang untuk tidak terdeteksi radar. Sinyal internet adalah hal terakhir yang kita inginkan jika kita tidak ingin diledakkan oleh torpedo musuh."
"Tapi bagaimana aku bisa bekerja?" Elena duduk di atas peti amunisi dengan wajah muram. "Ini seperti menyuruh pelukis menggambar di ruangan gelap tanpa cat. Dan baunya, Dante! Kenapa semua kapal selamu berbau seperti keringat pria dan bensin lama? Di kantorku, kami menggunakan aroma terapi lemongrass untuk meningkatkan produktivitas."
Franco tertawa kecil sambil mengunyah biskuit militer. "Nona, di sini aroma terapinya adalah bau solar dan ketakutan. Itu jauh lebih efektif untuk membuat kita tetap bangun."
Pelatihan Penyamaran yang Gagal
Sesuai rencana Elena, mereka tidak akan menyerbu markas itu dengan granat. Markas pusat The Board yang disebut "The Core" terletak di dalam kubah bawah laut yang hanya bisa diakses melalui protokol pembersihan sanitasi tingkat tinggi. Mereka harus menyamar sebagai tim teknisi audit internal yang dikirim untuk memeriksa integritas data.
"Baiklah, mari kita latihan skenario," ucap Elena, berusaha kembali ke mode profesional meski rambutnya mulai lepek karena kelembapan kapal selam. Ia menunjuk ke arah Franco yang mengenakan seragam teknisi putih yang tampak sangat sempit di tubuh kekarnya.
"Franco, jika penjaga pintu bertanya tentang sertifikasi ISO-27001 mu, apa jawabanmu?"
Franco menegakkan punggungnya, mencoba terlihat intelektual. "Sertifikasi... uh... saya akan bilang bahwa saya lupa membawanya karena saya terlalu sibuk membunuh orang?"
Elena menepuk dahinya dengan keras. "Tidak! Kau harus bilang bahwa datanya sudah terintegrasi di dalam cloud pusat dan mereka bisa mengeceknya di portal manajemen risiko. Dan tolong, berhenti memegang kerah bajumu seolah ada pisau tersembunyi di sana. Teknisi audit tidak membawa pisau, Franco. Mereka membawa depresi dan komplain tentang lembur."
Dante mendekat, mencoba menahan senyum melihat instruktur dadakan ini. "Bagaimana denganku, Nona CEO? Apa peranku dalam sirkus ini?"
Elena menatap Dante dari ujung kepala hingga ujung kaki. Dante mengenakan kacamata berbingkai hitam dan kemeja rapi yang dikancing hingga leher. Ia terlihat sangat tampan, namun tetap saja... aura mafianya terlalu kuat.
"Kau adalah asisten juniorku," ucap Elena tegas. "Tugasmu adalah membawakan tas laptopku, diam, dan terlihat sedikit bodoh. Jangan menatap mata penjaga seolah kau ingin mencabut jantung mereka. Tataplah lantai dan terlihatlah seolah kau sangat benci pekerjaanmu dan ingin segera pulang untuk menonton serial drama."
Dante menaikkan alisnya. "Aku? Terlihat bodoh? Aku adalah Don Valenti. Aku tidak membawakan tas siapapun."
"Di dalam 'The Core', kau adalah Junior Auditor Dante. Dan jika kau gagal berakting, kita semua akan berakhir menjadi pakan hiu digital," balas Elena. "Latihan dimulai sekarang. Dante, ambil tas ini."
Dante menatap tas laptop merah muda milik Elena yang penuh dengan stiker kucing. Ia melirik Franco yang sedang menahan tawa hingga wajahnya membiru. Dengan enggan, sang Don Mafia paling ditakuti di Sisilia itu meraih gagang tas tersebut.
"Jika ada yang melihat ini, aku harus membunuh semua orang di ruangan ini," gumam Dante.
Di balik komedi kecil itu, Elena merasakan ketegangan yang merambat di perutnya. Ia tahu bahwa tawa ini adalah cara mereka menghadapi ketakutan yang luar biasa. Semakin dekat mereka dengan koordinat "The Core", semakin ia menyadari betapa gilanya rencana ini.
Aku sedang membawa seorang Don Mafia dan pembunuh bayarannya ke pusat teknologi paling canggih di dunia dengan menyamar sebagai kutu buku, pikir Elena. Ia menatap layar sonar yang menunjukkan bentuk kubah raksasa di kejauhan, tersembunyi di balik parit bawah laut.
Ia melihat Dante yang sedang berlatih "wajah bosan" di depan cermin kecil. Meskipun ia sering mengeluh tentang Dante, Elena tahu bahwa tanpa pria itu, ia tidak akan pernah sampai sejauh ini. Dante memberikan kekuatan fisik yang tidak ia miliki, dan sebagai gantinya, ia memberikan visi yang tidak pernah Dante bayangkan. Mereka adalah dua kutub yang berbeda, namun di kedalaman laut ini, mereka adalah satu unit yang sempurna.
Penyusupan Dimulai
"Tiga menit menuju titik peluncuran kapsul infiltrasi," suara operator kapal selam bergema melalui pengeras suara.
Suasana komedi itu hilang seketika. Dante meletakkan kacamata hitamnya, memeriksa pisau kecil yang ia sembunyikan di balik jam tangannya—satu-satunya senjata yang mungkin lolos pemindai logam. Ia mendekati Elena dan memegang bahunya.
"Dengar, Elena. Begitu kita masuk, kau adalah komandannya. Aku akan mengikuti setiap perintahmu, sekonyol apa pun itu," Dante berbisik dengan nada serius yang mematikan. "Tapi jika keadaan berubah menjadi kekacauan, kau lari ke arah kapsul evakuasi. Jangan tunggu aku. Pastikan Omega aktif."
Elena menatap Dante, lalu ia melakukan sesuatu yang tidak terduga. Ia memperbaiki dasi Dante yang sedikit miring. "Asisten junior tidak boleh memberikan instruksi pada atasannya, Dante. Kita masuk bersama, kita keluar bersama. Itu adalah kebijakan perusahaan yang tidak bisa diganggu gugat."
Dante tersenyum, kali ini sebuah senyum tulus yang penuh rasa bangga. "Aku suka kebijakanmu, Bos."
Mereka masuk ke dalam kapsul kecil yang akan meluncurkan mereka menuju pintu masuk rahasia "The Core". Saat kapsul itu terlepas dari kapal selam dengan bunyi clunk yang keras, Elena menggenggam tangan Dante erat-erat.
"Omong-omong, Dante," bisik Elena saat kapsul mereka melesat menembus air.
"Ya?"
"Tas merah muda itu sangat cocok dengan warna matamu."
"Diam, Elena."