Kurir Pelukan Gratis

1411 Words

Tepat pukul delapan pagi, langit Paris masih malu-malu menampakkan sinarnya. Udara dingin menyapa lembut trotoar yang basah sisa gerimis semalam. Ivan berdiri di depan lobi apartemen, satu tangan menyelip di saku jas, mata mengawasi Uber yang mendekat pelan. “Kamu yakin bisa sendiri?” tanyanya dengan nada santai tapi matanya menyimpan sedikit khawatir. Loli mengangguk mantap, senyumnya lebar dan penuh percaya diri. “Yakin lah. Selama masih di Bumi, walau gue nyasar juga tetap baik-baik aja kok. Beda cerita kalo gue nyasar ke Jupiter.” jawabnya dengan sorot mata berbinar, rambutnya sedikit berantakan tertiup angin pagi. Ivan mengangkat alis, wajahnya setengah pasrah. Bibirnya menekuk tipis, ada sinis yang samar di sana. ‘Iya… kamu memang paling hebat,’ celetuknya datar, nyinyir tapi enta

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD