Setelah mengikuti kepergian Kalvi dan Megan dari belakang. Lois akhirnya tiba di sebuah Mall, di sana ia memarkirkan motornya. Lalu diam-diam mengikuti Kalvi.
Sementara itu, Kalvi dan Megan telah memasuki area khusus penjual buku dan alat tulis.
“Kak, aku mau cari buku ekonomi sama akuntansi,” kata Megan berbicara pada Kalvi.
“Ya sudah, kamu cari saja dulu. Aku tunggu di sana,” tunjuk Kalvi pada tempat penjual minuman.
Megan menggeleng pelan, “Jangan, Kakak harus temani aku mencari buku, oke?” rengek Megan sambil menarik lengan Kalvi mendekat padanya.
Hal tersebut membuat Kalvi menghela napas lelah. Mau tidak mau harus menuruti kemauan Megan, sedangkan ia telah merasa gelisah memikirkan Migy yang pulang sendirian di sekolah.
“Ya kak? Ayo kita cari bersama,” ajak Megan sambil menggandeng tangan Kalvi.
Rupanya, kejadian itu tidak luput dari pantauan Lois yang mengikuti mereka berdua sejak tadi. Lois menatap tidak percaya pada Kalvi, ia telah salah menyangka jika Kalvi telah berubah.
Namun, kenyataan sebenarnya, Kalvi masih tetap cowok b******k yang senang mempermainkan hati cewek. Sekilas, Lois ingin memberitahukan hal tersebut kepada Lia. Tetapi, untuk membuktikan ucapannya, Lois segera mengambil foto saat Kalvi dan Megan sedang berdekatan.
“Dasar b******n. Aku nggak akan membiarkan kamu menyakiti Migy. Apa pun yang terjadi, aku akan berusaha membuka kedok burukmu itu Kalvi.” Lois bergumam kesal.
Lima buah foto telah diabadikan Lois dalam memori teleponnya. Ia tidak sabar akan memperlihatkan hasil jepretannya kepada Lia dan Migy besok, di sekolah.
Sedangkan Megan dan Kalvi yang telah selesai mencari buku, mereka berdua pergi ke tempat permainan.
“Megan, aku gak bisa menemani kamu bermain sekarang,” kata Kalvi jujur.
“Kenapa sih kak? Biasanya kakak juga nggak menolak kalau aku ajak main, tapi sekarang kakak beda banget sama aku,” kata Megan cemberut.
Kalvi terpaksa mengatakan, “Kakak sekarang nggak bisa main-main seperti dulu lagi, Megan. Sekarang kakak telah memiliki pacar,” terang Kalvi.
Megan terlihat santai, dan tenang. Karena, sebelumnya Kalvi juga sering mengencani banyak cewek di sekolah, jadi tidak perlu diragukan lagi jika Kalvi terlibat banyak hubungan dengan teman wanitanya.
“Terus?” kata Megan balik bertanya.
“Mmm. Yang sekarang beda, dia adalah cewek yang benar-benar kakak perjuangin. Dan dia juga adalah cewek baik-baik,” kata Kalvi dengan serius.
Namun, sepertinya Megan tidak ambil pusing. Jika Kalvi memiliki cewek yang dijaganya dengan baik, maka dirinya telah menyiapkan rencana untuk merusak semua itu.
“Aku sebenarnya mau mengatakan sesuatu sama kakak….”
“Apa?” timpal Kalvi.
“Aku suka sama kakak, dan aku nggak peduli jika kakak mencintai cewek lain atau bagaimana pun itu. Yang aku mau, kakak cukup mengetahui jika aku mempunyai perasaan buat kakak. Itu saja,” tegas Megan menekankan ucapannya.
Kalvi terkejut mendengar kan pernyataan cinta Megan yang tiba-tiba. Ia merasa selama ini telah menganggap Megan sebagai adik baginya, tetapi sebaliknya Megan mempunyai perasaan khusus untuknya.
Apa yang harus Kalvi perbuat, sementara dirinya telah meninggalkan prinsip seribu istri. Jika biasanya dirinya sanggup mempunyai teman kencan belasan orang, sekarang mendadak Kalvi kelu atas kenyataannya.
Ia tidak sanggup menolak dan menerima perasaan Megan kepadanya. Yang ia pikirkan saat ini, bagaimana caranya mendapatkan sepenuh hati Migy.
“Kak?” kata Megan mengejutkan lamunan Kalvi.
“Eh, iya. Kenapa?” kata Kalvi terkejut.
“Kakak bengong? Jadi kakak paham kan, jika aku menyukai kakak selama ini?” kata Megan menegaskan lagi.
“Entahlah, Megan. Kakak nggak bisa menjawab apa pun, yang pasti saat ini kamu jangan mikirin masalah pacaran dulu. Kamu harus fokus sama pelajaran dan sekolah kamu saja.”
“Tapi…”
“Sudah, ayo kita pulang. Kakak akan anterin kamu ke rumah,” potong Kalvi cepat.
Namun, Megan tampak kesal dengan keputusan Kalvi. Ia tidak terima diperlakukan dengan cara seperti itu, dengan cepat Megan menarik dasi Kalavi dan mendaratkan satu ciuman singkat di bibir Kalvi.
Kalvi yang mendapat serangan dadakan, menjadi terbelalak kaget. Apa-apaan ini? Beraninya seorang anak kecil memaksakan ciuman padanya?
“Megan!” bentak Kalvi marah.
“Kenapa? Apa aku enggak boleh memperjuangkan perasaan cintaku? Apa hak kakak mengajari aku mengenai pilihan yang baik bagiku diri sendiri!” suara Megan juga tidak kalah keras.
Kejadian tersebut juga tidak luput dari kamera Lois dan pengunjung Mall. Mereka seketika menjadi bahan tonton gratis berkat aksi ciuman dadakan Megan.
Kalvi yang telah menyadari posisi mereka yang menjadi pusat perhatian, dengan cepat menarik tangan Megan untuk menjauh. Namun, Megan menepis tangan Kalvi, ia terlihat marah dan kesal kepada Kalvi.
“Lepas! Aku bisa jalan sendiri,” kata Megan membentak.
“Oke, oke.” Kalvi mengangkat kedua tangannya sambil menahan kesal.
Tiba-tiba ada dua orang ibu-ibu mendekati Kalvi, “Dek, kalau pacaran jangan membuat heboh dong. Ini tempat umum, jika mau bermesraan, bukan di sini tempatnya,” kata ibu-ibu itu menegur.
“Kalian masih sekolah, kenapa bisa berkeliaran di tempat umum begini. Kalau mau kencan ganti seragam dulu. Kan tidak baik dilihat orang, apalagi kalian masih pelajar,” tambah ibu yang satu lagi.
Kalvi hanya menatap dengan enggan para ibu-ibu itu. Setelah itu ia berjalan meninggalkan Megan sendirian. Biarlah, apa pun yang akan terjadi selanjutnya, Kalvi siap disalahkan oleh Peter, sahabatnya.
Ini sudah merupakan penghinaan baginya. Padahal, sebelumnya ia telah mau berbaik hati menekankan rasa bersalahnya pada Migy karena mau menerima permintaan Megan.
Tapi, setelah apa yang ia dapati saat ini, rasanya percuma jika Kalvi akan terus menjadi malaikat penolong bagi Megan. Walau pun selama ini Megan terlalu dekat dengannya dan selalu menjadikannya sebagai saudaranya seperti dia menganggap Peter sebagai kakak laki-lakinya.
“Arggkhh!” teriak Kalvi kesal di parkiran.
“b******k! Nyesel gue menuruti keinginan dia. Tahu gini, gue tinggalin aja itu manusia di sekolah tadi.” Kalvi mengoceh tak karuan untuk mengeluarkan kekesalannya.
Setelah itu, Kalvi memasang helm dan melajukan motornya dengan kecepatan penuh. Ia merasa saat ini butuh ketenangan setelah mendengar pernyataan cinta Megan yang memaksa.
Mendadak, Kalvi teringat pada Migy. Ia merasa bersalah karena tidak mengatakan masalah dirinya yang pergi bersama Megan sepulang sekolah.
Tetapi, Kalvi juga enggan menceritakan semua itu, ia takut jika Migy akan berpikir buruk mengenai dirinya.
Sambil melajukan motornya, Kalvi tidak sadar jika arah jalan yang ia lewati menuju tempat perumahan Migy. Hal tersebut baru disadari saat ia tiba di depan komplek perumahan Migy.
Tiba-tiba motor Kalvi berhenti mendadak, kala ia melihat pemandangan yang menyakitkan di depan matanya. Di sana, Migy baru saja turun dari motor Andre.
Migy terlihat tertawa saat turun dari motor Andre, dan Andre membantu memegangi tangan Migy untuk turun.
Kebetulan motor Andre agak tinggi, jadi dari yang terlihat ole Kalvi, Migy sempat memeluk pinggang Andre pada saat turun.
Hal tersebut membuat darah Kalvi berdesir. Ia langsung berburuk sangka dan berpikir Andre bermaksud merebut Migy darinya.
“Kurang ajar! Jadi begini, kamu meminta aku pulang duluan karena ingin berduaan sama dia?” kata Kalvi bergumam marah.
Cengkraman di tangannya mengepal sangat kuat, hingga jemarinya memutih menahan kemarahan. Rasanya, saat ini Kalvi ingin memberikan pukulan keras ke kepala Andre, dan menegaskan jika Migy adalah miliknya yang tidak bisa disentuh!