Pukul 5 sore Aletha sudah duduk manis dan menikmati goreng pisang sambil menonton televisi. Hari ini Day memberikannya pulang cepat, ah, sahabatnya itu sangat pengertian sekali. Waktu Aletha dapat ia gunakan untuk menonton drama korea kesukaannya. Sudah dari SMA Aletha menggeluti kdrama, bukannya fakum karena sudah bekerja Aletha malah semakin menjadi menyukai kdrama, kdrama baginya seperti candu.
Aletha menoleh kearah pintu karena Ali baru saja pulang, Ali tidak pulang sendiri ia membawa wanita. Cantik dan sexy, mereka sangat serasi. Pikir Aletha tidak peduli dan terus menonton dramanya.
Semua tidak seperti rencana Ali, seharusnya Aletha marah-marah padanya karena membawa wanita kekediaman mereka. Tapi, apa tadi Aletha malah asik menonton televisi
Ali menggeram kesal, apa yang salah dengan wanita itu? Haruskah besok ia melakukan hal yang lebih dari ini?
“kau pulanglah satu jam lagi, aku mau tidur” perintah Ali lalu tidur.
Wanita yang dibawah oleh Ali menggeram kesal karena ia dibayar tanpa menyentuh, tadi ia sangat senang karena Ali membawa dan membayarnya. Apapan ini, ia malah ditinggal tidur.
“sudah mau pulang?” tanya Aletha pada wanita yang dibawa oleh Ali tadi. Wanita itu tersenyum malu-malu mendengar pertanyaan dari Aletha.
“Ali sekarang sedang tidur, aku pamit”
Aletha hanya menganggukan kepalanya dan matanya kembali ketelevisi menonton dramanya.
Aletha mematikan televisi dan ia berjalan menuju dapur, ia harus memasak. Aletha lapar, jadi ia akan memasak. Karena tidak mungkin ia akan makan sendiri Aletha memasak untuk dua porsi, ya walaupun Aletha tau jika masakan nya tidak dimakan setidaknya Aletha sudah memasak.
Aletha selesai memasak Aletha membangunkan Ali yang sedang tertidur nyanyak, Aletha memandang Ali. Tampan, sangat tapi bukan tipe Aletha. Bukan, bukan maksud Aletha ia memilih-milih pasangan hanya saja mereka sangat tidak cocok dan lagi Aletha tidak percaya akan cinta.
Sudah tiga kali Aletha memanggil nama lavaro membangunkan pria itu, tapi tidak ada sahutan. Tiga kali tidak menyahut berarti tidak mau.
Aletha makan malam senidirian, setelah makan malam Aletha masuk kedalam kamar sebelah kamar yang ditempati oleh Ali. Tidak mungkinkan mereka tidur bersama, mungkin saja namun asing bagi mereka berdua.
Tengah malam Ali bangun, perutnya terasa lapar ia melihat ada lauk pauk diatas meja makan. Alih-alih memakannya Ali lebih memilih makan mie instan.
Aroma mie instan mengalahkan segalanya.
**
Aletha bangun kesiangan, ketika ia bangun jam sudah menunjukan pukul 8 pagi. Tidurnya sangat nyenyak sehingga tidak mendengar bunyi alarmnya. Aletha berlari menuju kamar Ali mengambil pakaian kerjanya, Aletha menantap tempat tidur yang kemarin ia tidur disana. Sudah tidak ada Ali, berarti pria itu sudah berangkat kerja.
Aletha mandi dengan kilat dan langsung mengganti pakaian kerjanya, setelah semua sudah rapi Aletha berlari menuju dapur mengambil roti untuk sarapan. Aletha memakan rotinya sambil berlari mengambil sepatu kerjanya.
Aletha sampai dikantor telat 40 menit, sehingga membuatnya dimarahi oleh ketua timnya. Day yang baru sampai menengahi mereka.
“ada apa ini?”
“dia terlambat pak” ujar mia ketua tim Aletha mengubah suaranya menjadi lembut membuat Aletha mencibirnya pelan.
“potong gaji” ujar Day menunjuk Aletha membuat mia tersenyum senang.
Day pergi begitu saja setelah mengatakan itu, memang Day sangat tegas pada karyawannya yang terlambat. Potong gaji.
“kau dengarkan?”
“iya bu saya dengar”
“lalu apalagi?!”
“saya akan melanjutkan pekerjaan saya”
“bagus”
$$
Pulang kerja Day membawa Aletha kekedai es krim, mereka berdua menikmati es krim porsi jumbo semua rasa.
“jadi kenapa kau terlambat?” tanya Day disela memakan es krimnya.
“apa dia mengganggumu?” tanya Day lagi, ia sengaja menyebut dia karena Day benci menyebut nama pria itu.
“tidak, semalam aku menonton drakor”
“ah pantas saja kau terlambat” sahut day sambil memakan es krimnya.
Mereka melahap es krim mereka hingga kandas tidak ada sisa. Day mengantar Aletha pulang.
Ali baru saja pulang, ia berpas-pasan dengan Aletha ketika hendak memasuki lift. Aletha tidak sadar jika mereka satu life karena Aletha sedang sibuk dengan ponselnya membuka i********: melihat spoiler-spoiler drama yang sedang ia tonton.
Ali sengaja sedikit mendekat karena penasaran apa yang dilihat wanita itu sehingga tidak menyadari keberadaannya disini. Ali menyipitkan kedua matanya, apa yang wanita itu lihat? Ali menjauhkan diri dari Aletha.
Ting
Pintu lift terbuka tepat dilantai paling atas, Aletha memasukkan ponselnya kedalam tas.
“sudah pulang?” tanya Aletha ketika sadar Ali satu lift dengannya.
Ali tidak menjawabnya, Aletha mengangkat kedua bahunya lalu mengikuti Ali dari belakang.
Ali meletkan asal tas kerja nya diatas tempat tidur bersama dengan kaos kaki yang berserakan. Ali membersihkan diri sewaktu Aletha masuk kedalam kamar hendak mengambil piyamanya. Aletha menggeleng-gelengkan kepalanya lalu membereskan kaos kaki dan sepatu Ali.
Ali keluar dar kamar mandi dan mendapati kamarnya sudah rapi. Ali mengangkat kedua bahunya lalu memakai bajunya. Malam ini ia ada pertemuan dengan seseorang yang amat spesial dalam hidupnya.
Ali keluar dari kamarnya ketika tidak mendapati jam tangannya.
“kau, kau yang membersihkan kamarku?” tanya Ali meninggikan suaranya.
Aletha menganggukan kepalanya karena memang benar ia yang membereskan kamar Ali tadi.
“dimana jam tanganku?” tanya Ali langsung
“jam tangan?”
“iya jam tanganku, kembalikan”
Kembalikan? Memangnya Aletha tau jam tangan Ali. Bentuk dan warnanya saja Aletha tidak tau.
“aku tidak tau”
“JANGAN PURA-PURA TIDAK TAU! AKU TAU KAU YANG MENGAMBIL JAM TANGANKU!”
“HEI! JANGAN MENINGGIKAN SUARAMU. AKU TIDAK TAU DIMANA JAM TANGANMU! JANGAN ASAL MENUDU”
“TAPI KENYATAANYA DIRUMAH INI HANYA ADA KAU! DAN KAU YANG MEMBERSIHKAN KAMARKU TADI!”
“AKU MEMANG MEMBERSIHKAN KAMARMU TAPI AKU TIDAK MENGAMBIL JAM TANGANMU!”
“JANGAN BOHONG!”
Aletha menghela nafas, berdebat membuatnya sakit kepala.
“ayah dan anak sama saja, sama-sama pencuri” ujar Ali kesal sambil mengacak rambutnya.
“ permisi? Siapa yang kau maksud pencuri?”
“kau dan ayahmu” jawab Ali kesal lalu pergi meninggalkan apartemen dan bertemu dengan Hanna ibunya.
Aletha merasakan dadanya naik turun, ia sedang kesal sekarang karena dituduh seorang pencuri oleh Ali. Aletha masuk kedalam Ali mencari jam yang dimaksud dengan pria itu.
Aletha sudah mencarinya diseluruh penjuru kamar Ali tapi ia tidak menemukan jam yang dimaksud oleh Ali.
**
Ali memeluk Hanna, mereka sudah berjanji untuk makan malam bersama direstoran R.
“apa kabar mam?” tanya Ali sambil menyiapkan kursi untuk ibunya.
“mami selalu baik, asal mami tau anak mami sehat maka mami akan baik-baik saja” jawab Hanna tersenyum lembut ke Ali.
“bagaimana pekerjaanmu? Lancar?”
“sangat lancar mam, seperti doa mami”
“kapan kau akan menikah? Mami sangat ingin menggendong cucu. Kau tau Dani sepupumu dia akan menikah tahun depan. Beri mami kepastian kapan kau akan menikah”
“secepatnya mam, mami tunggu saja”
Jawaban dari putranya membuat Hanna tersenyum senang.
Tbc