Bagiku dunia maya adalah pelarian dari kehidupan nyataku, di dunia maya aku bisa menciptakan kehidupan yang indah dalam versiku.
Crossdressing, online Insta & f*******: Live, upload snapchat, t****k, pokoknya menjadi trap, update-update status s**t-posting, semua jadi kebiasaanku untuk pelarian kehidupan sehari-hari yang jauh lebih s**t daripada s**t-post di wall f*******: ku.
Hari ini aku pun mendaftar online untuk lomba cosplay tersebut dan aku menyiapkan kostum yang akan kupakai.
* * *
Aku mau meng-cosplaykan cewek e-girl rambut biru laut yang jadi idola kala itu. Ia adalah sosok cewek digital yang sebenarnya tidak nyata, ia hanya sosok CGI komputer tetapi entah kenapa fans nya banyak banget tidak hanya kaum adam tapi juga cewek-cewek juga lumayan banyak yang menggemari si penyanyi digital itu.
Wig warna biru laut, eyeshadow biru senada warna wig, lip matte pink nude, liptsik merah. Kostum chara cewek tersebut yang kubeli lewat online, dan syukurnya ukurannya benar-benar pas dengan tubuhku. Semua propertiku sudah lengkap, dan malam itu aku uji coba kostum tersebut plus makeup di kamar.
Dan seperti biasa mulai lah aku foto-foto sendiri dan upload hasil cos-testing ku.
Satu per satu komentar mulai banjir berdatangan mulai dari sesama cosplayer, fans-fans online sampai wibu-wibu halu yang merayu-rayuku.
Aku tidak mengerti kadang aku bingung, masa iya mereka tidak tahu kalau aku hanya crossdresser, tapi postingan halu mereka yang merayu-rayuku malah jadi hiburan buatku yang melayani chat-chat an mereka sampai mereka akhirnya tahu kalau aku ternyata seorang crossdresser.
Ada juga yang sudah tahu dari awal tapi tetap saja menggodaku, ada yang memang tidak tahu sama sekali, dan begitu tahu akhirnya ada yang diam ada juga yang kabur. Ada juga yang melempar ejekan, sumpah serapah, tapi di dunia maya segalanya sangat mudah, tinggal menekan tombol “block” saja dan beres.
* * *
Akun-akun f*******: yang meng-add diriku tidak semuanya berasal dari komunitas otaku penggemar Jepang dan cosplayer, ada juga yang akun bapak-bapak genit, om-om girang yang tidak segan-segan ngajakin yang aneh-aneh, ada yang tau-tau ngajakin pacaran, ketemuan, ada yang langsung to the point minta check in hotel untuk ML.
Tidak sedikit yang mengira kalau akun BO, alias bookingan. Duh, cuma dikasi lihat paha sama tete palsu aja udah disangka cewek-cewek BO.
Ada satu akun yang meng-add ku dan kuterima karena aku penasaran saja, kulihat profilenya cukup menarik, cowok masih usia awal 30an tapi masih terlihat muda sekali, orangnya juga ganteng, bersih, putih cowok, bodinya keren sepertinya ia gemar olahraga atau hobi Gym.
Foto-fotonya banyak di pusat kebugaran dan biasanya aku tidak menyukai foto cowok yang di swimming pool terus terang saja, ya kerenan cewek sih kalau foto di swimming pool. Tapi entah kenapa foto si mas-mas yang ini menarik buatku, gayanya tidak norak, malah keren, pose-posenya menarik dan memang pose cowok.
Dan tentu saja pemanisnya, ia dikelilingi cewek-cewek berbikini dengan body ramping seksi dengan lekuk-lekuk aduhai.
Ah, aku bukan mulai suka cowok lho, aku hanya mengakui saja kalau pemilik akun bernama Hans Kristian Andrianto itu memang keren. Andai saja aku bisa keren seperti dia. Mungkin saja aku bisa berkenalan dan bisa mengobrol minta tips jadi cowok keren seperti dia. Aku kan masih cowok normal, aku juga ingin seperti mas Hans yang dikelilingi cewek-cewek.
* * *
Tapi entah kenapa dari dulu tubuhku lemah, aku tidak pandai dalam olah raga, aku juga cepat lelah kalau bergerak. Dan lagi yang aku tidak mengerti pertumbuhan tubuhku begitu lambat, teman-temanku sudah pada tumbuh kumis aku masih aja mulus, jangankan kumis, bulu ketiak sama bulu kaki aja aku nggak punya, rambut-rambut di tubuhku halus dan tipis seperti rambut cewek. Suaraku juga tidak kunjung pecah, tetap saja seperti suara cempreng anak SD jadi kalau aku bicara aku suka sok-sok merendahkan biar terdengar sedikit cowok. Soalnya kalau nggak bener-bener kayak cewek cempreng, sementara anak-anak cowok lain suaranya pada gagah-gagah nge-bass.
Bulu j****t aja belum kunjung tumbuh, tapi secara seksual aku sehat, aku tetap terangsang normal kalau melihat cewek seksi. Tapi herannya aku sulit sekali mengingat mimpi basahku, tau-tau bangun sudah basah aja.
Aku pernah iseng membaca-baca di beberapa literatur online, sepertinya aku mengalami kekurangan hormon testoteron atau mungkin aku mengalami kelainan kromoson. Entahlah tapi orang tuaku malas memeriksakanku ke dokter, mereka tidak merasa ada yang aneh pada diriku.
“Selama kamu nggak berkelakukan kayak perempuan ya kamu tetap cowok, bukan perempuan.” begitu saja kata mama dan papaku.
* * *
Ting… ting… ting…
Eh, tidak kusangka si akun mas Hans itu mengirim DM duluan kepadaku.
Waduh, masa cowok keren straight macho banteng gini kena sama crossdresser macam aku gini sih.