Aku mendorong kuat tubuh mantan suamiku itu dengan satu tangan. Beranjak pergi meninggalkannya tanpa sepatah katapun. Entah sampai kapan dia akan mengacaukan hidupku. Laptop aku letakkan di atas meja sesampainya di kamar. Badanku sudah gerah demikian juga dengan hati. Ingin segera menenggelamkan diri dalam bath up. Setelah melepas semua yang melekat di badan aku langsung berjalan menuju kamar mandi. Mengalirkan air ke puncak kepala, yang kini terasa sakit. Tak ada kata 'Tidak bisa' di kamus Mas Dipta. Langkahnya tidak bisa ditebak. Waktu bergulir beranjak malam, mandi cukup ampuh meredakan sedikit penat. Paling tidak merasa lebih segar dibanding sebelum ini. Sebenarnya malas sekali rasanya keluar kamar untuk makan malam. Apalagi kalau harus bertemu dengan manusia bebal itu lagi. Panda

