Luka Bab 16

1013 Words

"Jangan lupa kami diundang," tambah Pak Andi, semakin membuatku bingung. "Pasti, kami kirimkan undangan nanti, iya kan sayang?" Mas Dipta tiba-tiba merangkul pundakku, apa maksudnya? Aku menggerakan bahu agar Mas Dipta menyingkirkan tangannya dariku. Entah tidak peka atau memang disengaja dia tetap merangkulkan tangannya. Para pria-pria itu malah tertawa kemudian. Relasi Mas Dipta ternyata orang-orang penting di perusahaan tempat aku bekerja. Entah apa yang dia katakan, yang pasti ini bukan hal yang baik. Bisa jadi dia mengarang cerita tentang hubungannya denganku. "Ya, sudah meeting sudah mau dimulai, Kay jangan lama-lama … hahahaha," ucap Pak Restu yang diakhiri dengan tawa. Sontak saja ketika pria itu kembali tertawa. Setelah bersalaman kedua atasanku itu pun beranjak ke ruang m

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD