Menghilangkan rasa yang pernah ada tak semudah bibir mengucapkan. Sisi sadarku mengatakan lepaskan, sisi lainnya meminta kubertahan, sisi lainnya menyuruhku melupakan, tak demikian dengan sisi lainnya yang memintaku memberinya satu kesempatan. Ada yang sedang bertengkar di dalam benakku, mencari pembenaran sendiri atas inginnya. Sisi yang mana nantinya yang keluar sebagai pemenang? Entahlah kepalaku jadi sakit. Aku abaikan pesan Mas Dipta, tak membalasnya walau sudah terlanjur ku buka. Pria keras kepala itu tak akan menyerah, itu sudah menjadi wataknya. Apa yang dia inginkan dia akan berusaha mendapatkannya, dengan cara apapun. Mengenalnya sedari lama, dari sebelum kami menikah, sedikit banyak aku mengetahui karakter dan watak mantan suamiku itu. Hanya saja waktu itu, aku belum banyak m

