“Key, jadilah milikku. Jangan pernah kamu bersentuhan dengan lelaki lain lagi. Saya sudah menetapkan hati saya. Saya mau kamu” Irwan mengucapkan kalimat yang membuat Key terpaku dan matanya mulai membesar. Dia tak bisa berpikir. Irwan benar-benar telah mengacaukan hati dan pikirannya kini.
“Key.. saya janji saya akan memikirkan cara untuk memiliki kamu” kemudian diletakkan ponsel tersebut di samping tubuhnya. Irwan memejamkan matanya dan tidur sejenak. Dalam tidurnya pun Irwan memimpikan Key. Dia melihat senyum Key dan menjadikannya mimpi indah di pagi dini hari.
***
Hari ini di Key tidak menunggu Rosi di sekolahnya karena sekolah Rosi sedang mengadakan study trip ke kebun binatang. Sebenarnya Key sangat ingin ikut mendampingi Rosi tetapi Key merasa sungguh malas jika harus berkumpul dengan para ibu lainnya. Key merasa segan. Rosi pun dipercayakan pada gurunya.
Tentu saja tidak mudah membujuk Rosi agar bersedia untuk tidak ditemani oleh sang mama. Penuh drama terjadi saat Key mengantarkan Rosi di sekolah, sebelum berangkat ke kebun binatang. Rosi menangis tidak rela jika sang mama tidak mendampinginya. Lengan Key sampai ditarik-tarik oleh Rosi.
Guru Rosi pada akhirnya dapat menaklukan si bocah kecil itu dengan bujukannya. Rosi diiming-imingi melihat seekor gajah yang akan melakukan atraksi. Juga kudanil yang akan makan sangat banyak. Akan tetapi syaratnya tidak boleh ditemani oleh sang mama atau gajah dan kudanil tersebut tidak akan muncul menemui Rosi. Yang namanya anak kecil tentu saja dengan mudah terbujuk oleh rayuan seperti itu. Ditambah lagi guru yang lainnya berjanji akan membelikan Rosi es krim jika Rosi menjadi anak yang baik dan tidak menangis lagi.
Berkat para guru yang menolongnya, kini Key bisa terbebas dari drama pagi hari tadi. Key bisa sedikit bersantai di kamar kosnya. Tidak harus memasang senyum palsunya di hadapan para ibu-ibu yang hobi menjadikannya bahan perbincangan.
“Hari masih belum siang. Bosan juga kalau hanya bengong-bengong saja menunggu Rosi pulang. Mungkin lebih baik aku ke pasar membeli sayuran dan kebutuhan lainnya, lalu aku masak jadi saat Rosi pulang nanti dia bisa langsung makan.” Key berucap sendirian.
Key mengganti daster yang dikenakannya dengan kaos lengan pendek dan celana kulot sebetis. Dia hanya menguncir rambutnya seperti ekor kuda. Walau hanya seperti itu saja Key tetap terlihat cantik dan menarik. Kini Key sudah siap untuk berangkat ke pasar. Baru saja Key keluar dari pintu gerbang sudah terlihat Ardi yang sudah berdiri seperti sedang menunggunya keluar.
Ardi menghampiri Key saat melihatnya keluar dari pintu gerbang. Dipasangnya senyum terbaik Ardi untuk menyapa wanita cantik yang membawa keranjang belanja tersebut.
“Rosi gak ada. Dia lagi ada trip dari sekolahnya. Mending kamu pulang saja” belum juga menanyakan apa keperluan Ardi datang ke tempatnya, Key sudah menyuruhnya pulang. Mengusir lebih tepatnya.
“Aku gak mau ketemu Rosi kok sekarang. Aku mau ketemunya sama kamu Keysha” Ardi menjawab sambil berjalan lebih mendekat pada Key. Key mengerutkan dahinya. Mau apa Ardi datang menemuinya? Mana senyum di wajahnya lebar seperti itu.
“Kamu mau kemana? Mau ke pasar?” Ardi seolah sudah bisa menebak kemana Key akan pergi dengan melihat keranjang belanjaan yang dibawa olehnya.
“Iya mau ke pasar. Ada urusan apa kamu mau ketemu sama aku? Eh tapi nanti aja deh ya soalny keburu siang nih nanti sayurannya pada habis. Udah yaa dadaah” Key melambaikan tangannya dan berjalan meninggalkan Ardi. Namun lengan Key kemudian ditarik oleh Ardi.
“Tunggu Keysha, aku antar ya! Naik mobilku aja jadi lebih cepat sampai ke pasar” kini Ardi menawarinya tumpangan untuk ke pasar. Diarahkan telunjuknya ke arah mobil yang sudah terparkir di pinggir jalan. Menurut Ardi ini adalah kesempatan yang baik untuk bersama dengan Key.
“Oke deh!” entah ada angin apa kali ini Key langsung menerima tawaran Ardi tanpa harus dibujuk dan dirayu. Dalam hatinya Ardi berteriak kegirangan. Akhirnya kesempatan untuk berdua dengan Key datang juga, walaupun hanya berdua di dalam mobil untuk mengantarkannya ke pasar. Setidaknya mereka hanya berdua, tidak ada Rosi.
Dalam perjalanan menuju pasar, Ardi memulai usahanya untuk PDKT kembali pada Key. Ardi menanyakan berbagai pertanyaan agar dinding yang sempat berdiri di antara dirinya dan juga Key runtuh secara perlahan. Dan Key bisa membuka hatinya kembali untuk Ardi.
“Keysha, Rosi lagi sekolah ya? Pulang jam berapa memangnya? Aku jemput ya!” usaha pertama, menanyakan tentang Rosi.
“Rosi lagi school trip ke kebun binatang” jawab Key dengan nada datar. Bahkan Key tidak menoleh sama sekali ke arah Ardi.
“Oohh.. lagi school trip.. Ehmm.. Rosi suka makanan apa? Nanti kita beliin ya sepulang dari pasar”
“Gak usah! Aku kan mau masak buat dia” kembali Key menjawab tanpa menoleh ke arah Ardi sedikitpun.
“Oh iya Keysha, kamu mau ke pasar aja kok cantik banget sih?” kali ini digencarkan rayuan pada Key. Ini adalah usaha Ardi yang kedua, memuji Key. Kali ini Ardi berhasil membuat Key menoleh ke arahnya. Mata Key menatap Ardi dengan tatapan yang tak biasa.
“Cantik ya? Gak kayak Keysha yang dulu kamu kenal” gagal lagi Ardi berusaha pendekatan kembali pada Key. Key yang sekarang cenderung lebih cuek, tidak dengan Keysha yang dulu masih lugu dan cenderung pemalu.
Sisa setengah perjalanan lagi untuk sampai ke tempat tujuan Key. Pasar tradisional. Ardi lebih memilih diam kali ini. Diam dan memikirkan rencana lebih lanjut lagi untuk bisa mendapatkan hati Keysha lagi.
Sesampainya di pasar Key segera masuk ke dalam untuk membeli sayuran, ayam, ikan, daging, buah, dan juga bumbu dapur. Sepertinya kali ini Key belanja untuk kebutuhan makan selama satu minggu. Ardi tidak ikut masuk ke dalam pasar bersama Key, dia hanya menunggu di dalam mobil di parkiran.
Ardi melihat Key sudah keluar dari dalam pasar dan berjalan menuju ke arahnya. Tiba-tiba Key berhenti dan terlihat menerima penggilan telepon. Ardi memperhatikan gerak-gerik wanita yang sempat mengisi hatinya tersebut. Wajah Key terlihat tersipu kemerahan saat berbicara di telepon. Hal tersebut membuat Ardi merasakan sedikit keanehan dalam dirinya. Dadanya terasa sedikit nyeri, tidak suka jika Key menunjukkan wajahnya yang tersipu seperti itu walau hanya sedang berbicara di telepon. Perasaan apakah itu? Cemburu?
Setelah mengakhiri teleponnya, Key kembali berjalan menghampiri mobil Ardi. Ardi berinisiatif turun dari mobilnya untuk membantu Key membawa dan memasukkan belanjaannya ke dalam mobil.
“Makasih ya Ardi” ucap Key pada Ardi yang sudah membantunya.
“Gak masalah Key. Cuma segini belanjaan kamu?” Ardi berkata ‘cuma’ padahal belanjaan yang dibawa Key sangatlah banyak. Dia belanja untuk stok selama satu minggu.
Kemudian Ardi membukakan pintu mobil untuk Key. “Silahkan masuk Keysha..” Ardi sedikit membungkukkan tubuhnya layaknya memberi hormat pada Keysha.
“Apaan sih kamu. Aku juga bisa sendiri kalau buka pintu mobil aja!” gagal lagi usaha Ardi untuk mendapatkan hati Key. Minimal Key menyunggingkan senyumnya, maka itu artinya rencana Ardi mulai berhasil. Tetapi ini, tersenyum saja tidak, menoleh saja tidak, yang ada malah Key cenderung cuek dan sedikit ketus.
Kini mereka dalam perjalanan pulang ke tempat kos Key. Penasaran dengan apa yang dilihat Ardi tadi, saat wajah cantik Key memerah dan tersipu saat berbicara di telepon, akhirnya Ardi mencoba bertanya pada Key siapa yang meneleponnya tadi.
“Ehmm.. Keysha tadi kamu nerima telepon dari siapa?” Ardi langsung to the point menanyakan hal itu pada Key.
“Yang mana ya?” balik Key bertanya.
“Yang tadi pas kamu keluar dari pasar. Kamu nerima telepon dari siapa?” Ardi memperjelasnya.
Oh yang tadi di parkiran pasar? Kenapa emangnya?” jawab Key sambil wajahnya dihadapkan ke Ardi.
“Iya yang tadi di parkiran itu. Aku perhatiin kamu kelihatan tersipu gitu nerima teleponnya. Pacar kamu ya?” Lagi, Ardi terus to the point menanyakan hal yang membuatnya penasaran. Kali ini Key menggeleng dan mengubah arah pandangannya lagi ke depan. Namun terlihat sangat jelas wajah Key kembali memerah. Ardi sedikit kesal karena hal tersebut. Key merasa tersipu oleh orang lain, bukan karena dirinya.
“Oh iya, kamu ada urusan apa mau ketemu sama aku Ar?” tanya Key mengalihkan pembicaraan.
“Gak ada apa-apa aku cuma mau ketemu kamu aja. Masih boleh kan Key?” Ardi memandang lembut Key. Namun wajah Key tidak tersipu sama sekali mendengar ucapan Ardi. Tidak seperti saat dia berbicara dengan seseorang di telepon tadi.
“Apaan sih Ardi! Inget kamu tuh udah punya istri. Istri SAH! Jangan ngomong yang macem-macem deh. Ingat Ardi, istri SAH! SAH!” Key sampai mempertegas kata sah dan mengulangnya berkali-kali.
“Aku serius Keysha, terserah sih mau dibilang macem-macem atau apalah. Tapi emang aku mau ketemu kamu. Aku mau balik sama kamu lagi” pernyataan Ardi membuat Key mengerlingkan matanya tajam pada lelaki yang ada di sampingnya itu. Ardi juga bingung kenapa dia bisa melontarkan pernyataan seperti itu. Memang dia ingin bertemu Key tapi tidak ada niatan di awal untuk mengajak Key kembali padanya.
Mungkin hal tersebut dipicu karena hatinya terbakar api cemburu. Dia tak mau Key ada yang memiliki lagi. Dia masih belum bisa merelakan hal tersebut. Sudah cukup dia memendam perasaannya dulu untuk menuruti orang tuanya, sekarang dia seperti ingin menyemburkan kembali perasaan yang sudah lama terpendam itu. Dia menginginkan wanita cantik yang kini duduk di sebelahnya. Dia menginginkan Keysha.
Key tak menjawab Ardi sama sekali. Dia memilih untuk membisu. Ardi juga memilih melakukan hal yang sama. Terdiam membisu. Dia tidak ingin asal bicara lagi seperti yang baru saja terjadi. Setelah sampai di kosan Key langsung turun dari mobil kemudian mengambil semua belanjaannya dan masuk ke dalam kosan tanpa berpamitan pada Ardi. Ardi tahu Key pasti akan menjadi tidak nyaman dengannya setelah dia mengungkapkan perasaanya yang keluar begitu saja. Ardi tak ingin mengusik Key untuk saat ini. Dia akan mencoba menemui Key lain waktu. Biarkanlah saat ini Key memikirkan tentang apa yang sudah diucapkannya tadi. Tentang perasaannya.
***
“Keysha sini lihat deh, di toko online ini banyak banget baju bayi yang lucu-lucu. Kalau anak kita cowok nanti aku mau beliin dia baju yang ada dasinya ini nih. Nah kalau cewek aku beli yang kayak baju balet ini ya sayang. Pasti lucu deh”
“Ya ampun sayang, aku baru juga hamil muda kamu udah mikirin baju-baju buat si bayi. Kata dokter juga baru 9 minggu. Masih lama atuh”
“Ya gak apa-apa kita harus persiapin dari sekarang jadi kalau lahiran nanti udah tinggal dipakai aja baju-bajunya”
“Yaudah terserah kamu aja..”
“Sini deh Keysha lihat yang ini, kamu mau yang mana? Aku suka sama yang ini nih setelan kaos untuk anak cowok yang ada gambar gajahnya”
“Kalau yang cewek aku suka yang ini sayang, gambar burung hantu warna pink”
Key teringat kembali kenangan indah bersama Ardi yang sempat dia buang jauh-jauh. Kenangan saat mereka sibuk mempersiapkan kebutuhan untuk buah hati mereka yang bahkan masih berusia sangat muda di dalam janin Key.
Key menggelengkan kepalanya untuk mengusir semua kenangan tersebut. Lalu Key teringat akan Irwan, yang juga memintanya untuk menjadi miliknya. Ada apa ini sebenarnya dengan Irwan dan Ardi?
Waktu di pasar tadi Irwan menelepon menanyakan jawaban atas perasaannya pada Key. Lalu kemudian Ardi yang juga ikut-ikutan menyatakan perasaannya. Key hanya manusia biasa, walau dia berusaha membenci Ardi karena pernah meninggalkanya namun hati tak akan bisa dibohongi, masih tersisa ruang kecil di hatinya untuk Ardi.
Key memang pernah berharap dulu saat sedang hamil besar Ardi akan kembali menemuinya suatu saat nanti. Namun harapan itu perlahan terhapus dengan kehadiran Rosi. Saat Rosi hadir ke dunia, Key tidak lagi ingin mengharapkan Ardi kembali karena Key ingin fokus merawat Rosi.
Irwan.. Kenal juga belum lama. Ketemunya di klub malam. Apa mugkin Irwan benar-benar serius dengan Key? Atau hanya karena butuh pemuas nafsu saja? Tetapi selama dekat dengan Irwan, tak pernah sedikitpun Key merasa Irwan menganggapnya hanya sebagai pemuas nafsu. Oleh karena itu Key merasa ada yang tak biasa dari Irwan saat terakhir bersama di apartemen milik Irwan. Apa mungkin Irwan benar-benar serius?
Key kini mempertanyakan keseriusan Irwan dan Ardi. Dia tak mau lagi bertindak bodoh untuk jatuh cinta pada lelaki yang salah, karena kali ini dia harus mementingkan kebahagiaan Rosi di atas segalanya. Rosi tetap yang paling utama untuk Key.