BAB 26: Cahaya di Balik Kristal

1445 Words

​Pagi di Pegunungan Ural datang dengan sunyi yang murni. Tidak ada suara sirine, tidak ada bau mesiu, hanya hamparan salju putih sejauh mata memandang yang berkilau seperti jutaan berlian di bawah sinar matahari pucat. ​Sarah terbangun bukan karena guncangan atau perintah kasar, melainkan karena kehangatan cahaya yang menembus jendela kaca besar kastil. Di sampingnya, tempat tidur sudah rapi. Maksimov tidak ada di sana. Namun, di atas bantalnya, tergeletak sehelai selendang kasmir lembut berwarna putih bersih dan sebuah kunci kecil berwarna emas. ​Ada secarik kertas dengan tulisan tangan yang tajam dan tegas: ​"Pintu taman di sayap selatan tidak terkunci. Berjalanlah, Sarah. Udara pegunungan lebih baik daripada asap Moskow. – M" ​Sarah tertegun. Kunci itu bukan sekadar logam; itu adala

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD