BAB 29: Di Bawah Langit Khatulistiwa

875 Words

​Tiga bulan berlalu sejak salju Ural menjadi saksi bisu penebusan dosa Maksimov. Udara dingin yang menusuk kini berganti dengan hawa tropis yang lembap dan aroma tanah basah setelah hujan. Sebuah mobil SUV hitam sederhana meluncur membelah kemacetan pinggiran Jakarta, jauh dari kemewahan limosin lapis baja di Moskow. ​Di kursi belakang, Sarah menatap keluar jendela dengan binar mata yang sudah lama hilang. Ia mengenakan gamis berwarna hijau zamrud yang senada dengan kerudungnya. Di sampingnya, Maksimov duduk dengan kemeja katun tipis yang menyamarkan bekas luka tembak di perut dan bahunya. Rambutnya yang biasanya klimis kini dibiarkan sedikit berantakan, dan wajahnya tidak lagi memancarkan aura predator yang mematikan. ​"Kau gugup, Ptichka?" bisik Maksimov, suaranya kini terdengar lebih

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD