"Majulah Mas untuk dekati mbak soraya. Karena kita tak pernah tau kapan jodoh datang dan aku ikhlas jika kau bersamanya"
- Lela Badriah -
Lela Pov
Aku tau jika cinta tak seindah itu. Ada banyak perjuangan dalam cinta. Dan entah sejak kapan aku mulai mengabaikan tentang Cinta yang tak seindah kau kira. Mungkin aku mulai mengabaikan sejak dia datang dalam hidupku.
Dia cukup sederhana namun rambut gondrongnya lah yang membuatku terjatuh pada pesonanya. Saat itu ia datang untuk melamar pekerjaan di pondok pesantren. Dan saat itu mbak soraya yang melayaninya. Kemudian ku pinta mbak soraya untuk cuti sehari. Awalnya mbak soraya tak mau tapi akhirnya berkat bujukanku akhirnya dia mau.
Aku senang tak main saat mengawalnya dalam tes interview. Aku mengamatinya diam-diam seperti orang bodoh. Ia memergokiku yang tengah mengamatinya dan kau tau ia hanya tersenyum padaku. Senyumannya membuat hatiku mlenyot mas!
Saat kepulangannya aku tak sadar mengikutinya sampai di parkiran hingga ia bertanya padaku apa ada hal yang lain? Dan tentu aku malu saat itu. Aku hanya menjawab tak ada kemudian lari. Sungguh bodoh aku saat itu.
Okey beberapa hari kemudian aku berharap dia bisa keterima di pondok pesantren ini. Dan syukur alhamdulillah dia keterima. Aku melihat penampilannya lagi. Penampilannya saat hari pertama berbeda dengan penampilan sebelumnya. Rambut gondrongnya berubah menjadi rambut yang rapi dengan poni miringnya. Meski tertutup kopyah tapi tak mengurangi ketampanannya.
Aku mencoba mendekatinya setiap hari dan aku merasa jika dia merasa tak nyaman dengan sikapku. Aku mencoba berfikir kenapa dia bersikap seperti itu. Aku bertanya pada mbak soraya. Mbak soraya berkata padaku jika seorang laki-laki itu lebih menyukai seorang wanita yang anggun dan tak agresif. Okey aku mengerti hal itu, aku putuskan untuk bersikap biasa saja.
Ketika aku bersikap biasa saja, aku akhirnya menemukan keberhasilanku. Ku liat dia yang diam-diam menaruh bunga di mejaku. Aku tak percaya hal itu tapi semua terlihat nyata. Dia memberiku buket bunga dan surat di meja ruanganku. Aku senang kegirangan dan berteriak. Hingga mbak soraya mengingatkanku.
Kemudian ku tarik mbak soraya untuk pergi ke sebuah tempat yang aman dari pandangan guru-guru lainnya. Ku ajak dia ke taman sekolah. Disana ku minta mbak soraya untuk membaca surat buatannya. Ku dengar isi surat itu dengan seksama. Isi surat itu adalah sebuah puisi yang menyiratkan ungkapan perasaan dan ajakan. Tentu aku senang tak main.
Aku mengajak mbak soraya untuk pergi menemuinya. Saat itu aku melihat dia yang baru saja keluar dari ruang pak gunawan. Langsung ku peluk dia. Ku jawab ajakannya untuk berpacaran. Dia hanya diam dan aku tetap bercoleteh padanya jika hari ini kami resmi pacaran. Dia tetap diam dan mengangguk kikuk.
Hari ke hari sikanya sangat berbeda. Bukannya dia semakin mendekat akan tetapi ia semakin menjauh dariku. Aku berfikir tentang alasannya yang semakin menjauh. Saat aku berjalan di sudut lapangan sambil memikirkannya, aku tak melihat jika ada bola yang melaju ke arahku. Bola itu mengenai kepalaku dan aku jatuh pingsan.
Aku dibawa ke uks. Seorang perawat mengobatiku. Semua terasa pusing. Kemudian mbak soraya datang menjengukku. Ia bertanya bagaimana keadaanku. Aku hanya bisa berpura-pura bahwa aku baik-baik saja. Setelah itu ku minta pada mbak soraya untuk pergi. Aku memintanya karena aku ingin sendiri.
Mbak soraya memahami permintaanku dan ia pamit untuk pergi. Aku merasa jauh lebih tenang. Kemudian beberapa menit lagi ada seseorang yang masuk. Aku kira orang itu adalah mbak soraya ternyata bukan. Orang itu ternyata mas Dani. Aku kaget melihat dirinya yang menjengukku. Aku menyambutnya dengan sumringah. Kegalauanku pecah seketika.
Ia memberikanku sebungkus roti dan minuman. Ku persilahkan dia untuk duduk di sampingku. Aku berkata padanya jika dia tak perlu menjengukku. Dia berkata jika ada hal yang perlu ia katakan padaku. Aku mengira jika dia mau minta maaf padaku dan mulai menerimaku. Perkiraanku ternyata salah. Dia mengatakan jika surat dan bunga tersebut sebenarnya untuk mbak soraya bukan untukku.
Dia juga mengatakan jika dia ada perasaan pada mbak soraya bukan denganku. Tentu aku merasa kecewa dengan tutur katanya. Kenapa coba dia tak jujur dari awal?
Aku bertanya padanya seperti itu. Dia menjawab bagaimana dia berterus terang jika aku terus mengejarnya. Okey aku terima perkataannya. Aku meminta maaf padanya jika aku salah paham karena perasaanku saja yang menggebu. Dia juga minta maaf padaku yang membuatku salah paham. Memang dari awal jika semua adalah kesalahanku bukan kesalahannya.
Aku terima semua perkataannya dengan lapang d**a. Aku minta maaf padanya jika aku menjadi penghalang untuknya dalam mendekati mbak soraya. Dia hanya diam dan berkata maaf. Aku muak dengan kata maaf dari bibirnya. Aku memintanya untuk pergi dari ruang uks ini. Dia menurutinya dan berpamitan padaku.
Setelah kepergiannya, aku merutuki setiap perbuatanku. Lela! Bagaimana mungkin seorang danial eka menyukaimu!
Nyatanya dia menyukai mbak soraya dan bukan kau!
Kau hanya terlalu terlena pada perasaanmu Lela!
Ya, mbak soraya lebih baik untuk dicintai. Siapa coba yang tak suka dengan perangai mbak soraya ? Sudah baik dan sholihah. Sedangkan kau hanya remehan kacang.
Kau harus katakan semua ini pada mbak soraya!
Mbak soraya berhak tau tentang perasaan Dani!
Ya, inilah caramu menembus salahmu pada Dani Lela!
Aku bangun dari tidurku dan berlari mencari mbak soraya. Ku jumpai dia di sudut kelas. Ia sedang mengajar. Aku langsung masuk dan menariknya keluar.
"Lela ada apa atuh? Kamu udah sehat atuh? " tanyanya
"Mbak ada hal yang perlu mbak ketahui." ujarku dengan nafas terengah-engah
"Tenangkan dirimu dulu Lela."
Aku menarik nafas dan menenangkanku. Setelah dirasa cukup tenang aku menatap mata mbak soraya "Mbak sebenarnya.. "
Saat aku ingin mengatakannya pak gunawan datang dan mengintogerasi kami berdua. Untungnya mbak soraya bisa memberi alasan yang diterima oleh pak gunawan. Setelah mbak soraya memberi alasan akhirnya pak gunawan pergi. Kemudian mbak soraya mengatakan padaku jika aku bisa menunggunya setelah mengajar. Okey aku terima perkataan mbak soraya dan menunggunya di depan kelas.
Waktu pelajaran hanya tinggal 15 menit jadi aku memilih untuk menunggu mbak soraya di depan kelasnya. 15 menit berlalu, kelas mbak soraya selesai. Mbak soraya keluar dari kelas dengan membawa buku. Ku ambil tumpukan buku yang dia bawa. Ku pinta pada santri untuk meletakkan di meja guru. Setelah itu aku menarik tangan mbak soraya untuk pergi ke tempat yang sunyi.
Di tempat sunyi aku mulai mengatakannya.
"Mbak soraya sebenarnya mas Dani itu suka pada mbak.. " Tuturku memulai pembicaraan
"Apa?" matanya membulat saat mendengarkan perkataanku
"Iya mbak, jadi bunga dan surat itu sebenarnya untuk mbak bukan untuk saya. Saya hanya salah paham." ujarku meneruskan penjelsanku
"Terus kenapa kau mengatakannya padaku Lela?"
"Karena mbak soraya harus tau hal ini. "
Ku pegang kedua tangannya "mbak mas dani itu orang yang baik dan serius jadi terimalah mas Dani. Ku mohon.. "
"Lela jika dia lelaki yang baik, dia pasti akan meminta diriku pada kedua orang tuaku bukan padaku. Karena lelaki yang baik itu lelaki yang berani meminta wanita pada orang tuanya."
Ucapan yang mbak Soraya katakan memang benar adanya. Mbak Soraya bukanlah sosok yang suka dekat dengan laki-laki. Ia perempuan yang selalu menjaga pandangan dan batasannya dalam berteman. Mbak soraya selalu menjaga marwahnya hingga ia dikenal sebagai wanita yang Sholihah. Dan hal itulah yang membuat dia berbeda dari kebanyakan wanita. Tak sedikit laki-laki mendekatinya dan mengajaknya untuk berpacaran, akan tetapi ia tetap enggan untuk berpacaran. Ia lebih suka menikah tanpa berpacaran. Semua hal itulah yang membuatku takjub dengan kepribadian mbak Soraya.
"Jadi maafkan aku ya Lela.." Ucap Mbak soraya lagi
"Eh mbak soraya gak salah, Aku hormati keputusan dan keinginan mbak." Balasku
"Semoga kamu menemukan laki-laki yang lebih baik dari Dani ya Lela. Jangan patah hati dan galau karena lelaki ya Lela." Mbak Soraya menasehatiku dengan lembut
"Pastinya mbak soraya. Terima kasih ya mnak soraya.."
"Apapun untuk sahabatku."
Aku tau jika membujuk mbak soraya tak akan bisa. Akan tetapi ada satu hal yang bisa ku lakukan yaitu aku harus membujuk mas dani untuk maju. Maju untuk melamar mbak soraya di hadapan orang tuanya secepat mungkin. Karena mbak soraya lebih menyukai hal yang pasti dan mengarah pada ibadah. Oleh karena itu, aku akan berusaha semaksimal mungkin untuk menyatukan mas Dani dan mbak soraya. Aku akan berusaha untuk membuat mas Dani mau melamar mbak soraya secepat mungkin.
Kau harus bisa Lela!
Bismillah semoga Lela bisa menyatukan Mas Dani dan Mbak Soraya ya robb. Harapku dalam hati