Pagi ini Bilqis bersikap sedikit dingin pada Ghibran. Pertanyaan yang beberapa hari terngiang di dalam kepala, membuat Bilqis bereaksi tak seperti biasa. Meski begitu, Ghibran tetap bersikap ramah. Seolah tak terjadi apa-apa. “Sayang, Mas Ghibran berangkat dulu ya.” Bilqis mengangguk. Mencium tangan sang suami dengan takzim. Lalu, mengikuti pergerakan Ghibran; menaiki mobil SUV di halaman depan. Usai memastikan mobil Ghibran meninggalkan pekarangan, Bilqis berlari cepat menuju mobil pribadinya. Menyalakan mesin dengan terburu-buru. Berniat mengikuti mobil Ghibran dari arah belakang. Namun, sebuah klakson berbunyi tepat di sisi depan pagar berwarna hitam. Bilqis mengurungkan niat. Memusatkan pandangan pada sebuah mobil yang ia kenal. “Mama Karina?” Bilqis bergumam. Beralih turun dari d

