Rifaldo baru saja bergabung di meja makan. Pakaian kasual rumahan menjadi pelengkap. Meski begitu, rupa Rifaldo tetap terlihat tampan. Sebelas dua belas dengan Ghibran. “Kau siapa?” Rifaldo bertanya. Menghentikan langkah. Menatap tajam wanita yang tak ia kenal. Sementara itu, dengan tatapan menggoda, Cindy membalas pandangan Rifaldo kepadanya. “Hai, namaku Cindy. Aku anak Tante Maria.” “Tante Maria?” Rifaldo mengkonfirmasi. Lalu, pemuda itu menghela napas singkat. Segera membuat kesimpulan. Sudah pasti, wanita bernama Cindy itu merupakan salah satu putri dari teman Karina. Keduanya masuk ke dalam ruang makan bersama-sama. Entah mengapa Cindy masih betah di sana. Bahkan, tanpa sungkan wanita itu turut hadir dalam acara makan malam di kediaman Ahmad. Ghibran menghela napas dengan berat

