Ghibran baru saja menuntaskan pekerjaan. Gurat di wajah spontan menyunggingkan senyum bahagia. Tak ada rasa sepi semenjak ia menikah. Selalu ada sosok Bilqis yang setia menyambut kedatangannya di rumah. Membuat hari-hari Ghibran menjadi lebih berwarna. Pukul lima sore. Pria itu bergegas pulang agar bisa segera menjumpai istrinya. ****** Di lobi perusahaan. “Pak Ghibran?” Seorang wanita memanggil dari kejauhan. Suara ketukan dari sepatu berhak tinggi mulai terdengar. Raras berlari kecil. Datang menghampiri Ghibran. “Ada apa?” sahut Ghibran dengan dingin. Tak menampilkan keramahan di wajah. Semenjak ia tahu jika Raras mempunyai niat tersembunyi dibalik semua keuletan bekerja, Ghibran mulai memawaskan diri. “Tablet kerja Bapak ketinggalan,” Raras berucap. Menyodorkan tablet kerja mili

