*** Meisha melangkahkan kakinya menuju ruang kerja sang papa. Dalam pikirannya masih teringat dengan Aditya. Yang tak sengaja sudah menabraknya saat keluar dari lift. "Untung dia tampan. Kalau tidak. Aku pastikan Papa akan memecat dia." Meisha tidak suka dengan karyawan yang ceroboh melakukan kesalahan sekecil apapun. Meisha masih bisa mentoleransi Aditya saat ini. Selain karna ia merasa ada ketertarikan dengan Aditya. Ia juga memberikan kesempatan untuk Aditya, sebab dia masih terbilang sangat baru bekerja di kantor sang papa. "Masuk!" Sinegar mempersilahkan masuk seseorang yang berada di balik pintu, setelah mendengar pintu itu di ketuk. "Selamat siang, Papa," ucap Meisha seraya menutup pintu kembali. "Siang Putri Papa yang paling cantik." Meisha tersenyum mendekati sang papa yang

