Ketua dan Wakil

1035 Words
Rischa adalah siswa yang rajin apabila ada kegiatan ekstrakurikuler MTQ. Dalam kegiatan itu juga, Rischa diangkat menjadi wakil ketua anggota rohis karena keseringannya memasuki masjid. Dan dengan ketua dari rohis adalah Ikhsan. Ya. Ikhsan. Dari semenjak kelas 8 smp, Rischa telah menjadi wakil ketua. Hingga sampai saat ini/kelas 9 pun masih menjadi wakil ketua. Hari ini, adalah hari dimana semua anggota rohis dan yang mengikuti kegiatan MTQ kumpul di masjid. Karena ada beberapa hal yang akan Pa Iman sampaikan. Pagi ini, Rischa bangun agak siang. Entahlah kenapa. Mungkin dia semaleman ngerjain tugasnya yang segunung. Melihat itu, tentu saja Zidan sang kakak, dan Aqilla sang adik merasa heran. Biasanya Rischa selalu bangun subuh. "Ka Rischa, bangun, dipanggil ummi tuh.!! " ucap Aqilla sambil menggoyang-goyangkan tubuh Rischa. "Hah, apaan sih, masih ngantuk Qilla!! " keluh Rischa. "Ih kaka ko tumben sih bangunnya siang. Sekarang mah jadi kalah sama ka Zidan yang semalem udah mulai sholat tahajud. " ucap Qilla. "HAH!! emang sekarang jam berapa?? " tanya Rischa panik dan langsung bangun dari tidurnya . "Jam setengah 6." ucap Qilla. "Huh, untung kaka udah sholat shubuh tadi. Cuman tidur lagi kok. " ucap Rischa tenang. "Udah sih udah ,tapi siap-siap aja ketemu ummi dengan keadaan marah." ucap Qilla. Rischa menepuk jidatnya, "Astagfirullah, kaka kan udah janji mau bantu ummi masak." ucap Rischa. Rischa pun bergegas ke dapur. Namun didapatinya, semua masakan telah tersedia di meja makan. Dia sangat menyesal tidak membantu umminya. Aqilla Kirana Putri, adalah adik dari Rischa. Dia baru saja menginjak kelas 6 sd. Sedangkan Muhammad Zidan Hamzah adalah kaka dari Rischa. Dia sekarang sudah kelas 3 SMA . Zidan adalah seorang kaka yang jail sedunia bagi Rischa... Rischa sekarang harus berangkat dengan Zidan karena supir pribadinya sedang cuti. Meskipun ia tidak menyetujuinya, tapi bagaimanapun juga Rischa harus mengiyakannya karena jika tidak bersama Zidan, dengan siapa lagi?? Sedangkan abinya sudah berangkat dari tadi pagi ke kantornya. Rischa dan Zidan berangkat dengan menggunakan motor milik Zidan itu. Rischa memutar bola matanya malas, melihat bentuk motornya saja sudah membuatnya tak bersemangat. Bagaimana tidak? Tempat duduknya aja tinggi sebelah. Pokoknya, Rischa benci motor ninja. Apalagi jika melihat perempuan berpakaian pendek duduk di bagian belakang sambil memeluk si pacar yang berada di depannya. Iwh... Sesampainya di sekolah, Rischa melihat Ikhsan yang sepertinya tengah memperhatikannya. Namun, ada yang aneh dari raut wajah Ikhsan. Seperti ada rasa kesal di wajahnya. Namun, Rischa tidak mempedulikannya. Mungkin dia terlalu PeDe bakal diperhatiin Ikhsan. Ikhsan? Merhatiin Rischa? Itu tidak mungkin bagi Rischa! "Kakakku yang jail sedunia, Rischa pamit sekolah dulu ya." ucap Rischa sambil menyerahkan helm yang baru dipakainya pada Zidan. "Iya adikku yang jutek sedunia. Jangan mikirin cowo, fokus aja belajarnya ya." goda Zidan. "Apaan sih, kaka kali tuh yang udah punya cewe. Awas aja ya aku bilangin umi loh kalo kakak pacaran!" ancam Rischa sambil mendelikan matanya. "Yaah jangan dong. Iya deh adikku yang cantik jangan bilangin umi ya." mohonnya pada Rischa. "Aku ga peduli. Pokoknya nanti pulang sekolah aku mau bilangin ummi. Bye..." ucap Rischa sambil berlalu dari kakaknya itu. Di sisi lain, Ikhsan terus memperhatikan Rischa. Entah apa yang saat ini Ikhsan rasakan. Ikhsan mendekati Rischa. Dan masih dengan wajah datarnya. "Ehm. Aku pikir kamu adalah cewe yang anti bicara sama cowo. Apalagi dibonceng." perkataan Ikhsan masih belum bisa dicerna dengan baik oleh Rischa. Ikhsan langsung berlalu dari Rischa, tanpa sedikitpun mendengar apa yang akan Rischa katakan. Apa maksudnya? Sungguh, aku tidak mengerti... Batin Rischa. Hari ini semua guru rapat. Sedangkan pak Iman, menggunakan waktunya untuk kumpulan anggota rohis dan yang mengikuti MTQ. Ikhsan diberi tugas untuk menyuruh Rischa mengumumkan kumpulan itu. Di kelas... "Rischa, ayo ikut aku!!" ajak Ikhsan. "Mau kemana??" tanya Rischa. "Udaah ikut aja, ini penting!!" ucap Ikhsan dengan nada memaksa. Huh, Ikhsan selalu saja begitu. Dia itu orangnya kadang suka bikin bingung, ya gak readers?. Batin Rischa. Rischa mengikuti Ikhsan dari belakang. Akhirnya sampai juga.. "Ayo umumin! Buat yang ikut MTQ, hari ini dan sekarang juga kumpul di masjid." perintah Ikhsan datar. "Cuma itu??" "Ya." "Padahal ngomongnya di kelas aja, kamu ga usah ikut. Aku kira apaan." ucap Rischa. "Yaa terserah aku... Aku kan ketua." ucap Ikhsan ketus. Ooh... Jadi ketua itu bebas mau ngapain aja? Huh ngeselin banget sih. Coba aja aku berani ngomong gini ke kamu!! Batin Rischa. Rischa pun mengumumkannya. Beberapa murid sudah mulai berdatangan ke masjid. Rischa pergi ke masjid, sedangkan Ikhsan masih mengurus beberapa hal lagi. Di masjid.. Sudah banyak murid yang berada di sana. Memang tidak terlalu banyak yang mengikuti kegiatan ini. Namun, setidaknya tidak terlalu sedikit pula yang mengikuti. "Assalamualaikum.wr. wb." ucap pak Iman. "Waalaikumsalam..." jawab seluruh murid. "Hari ini, kita kumpul, tujuannya untuk merundingkan beberapa hal terkait dengan pembiasaan. Dan apabila ketua rohis dan wakilnya memiliki ide untuk menyukseskan pembiasaan, silahkan." ucap pak Iman. Lantas Rischa dan Ikhsan maju ke depan. "Kalo saran dari kita, jadi setiap kelas harus mengirimkan sebuah ceramah, sholawatan dan tadarus al-qur'an. Dan kelas yang paling baik sholawatan, ceramah dan tadarusnya akan mendapatkan penghargaan. Ini semua saran dari kami tujuannya adalah agar setiap murid memiliki semangat dalam mengikuti pembiasaan, soalnya apabila kelas tersebut mendapatkan penghargaan, maka kelas tersebut akan mudah untuk menjadi terkenal dengan sebutan kelas religi. Terima Kasih, hanya sekian yang dapat kami sampaikan. Apabila ada saran lain, dipersilahkan." ucap Rischa. "Ka, kami setuju. Itu ide yang bagus untuk membangkitkan semangat siswa." ucap seorang siswi bernama Alissa. "Baiklah, kalo begitu, kita akan membagikan tugas bagi semua yang ada disini secara adil. Tugas untuk membagi jadwal pembiasaan dan penilaian kelas.'' ucap Ikhsan. Pembagian tugas berjalan dengan lancar. Pak Iman selaku pembina kegiatan MTQ sangat bangga kepada Rischa dan Ikhsan yang menjalankan tugasnya sebagai ketua dan wakil ketua dengan baik. Sebab itulah pak Iman masih belum ingin mengganti ketua dan wakil ketua rohis dengan yang lain. **** Beberapa Bulan berlalu begitu saja. Kegiatan pembiasaan semakin hari semakin sukses berkat ide ketua dan wakilnya. Dan yang menjadi juara dan dikenal dengan kelas religi adalah kelas 9-F. Ya. Itu adalah Kelas Rischa dan Ikhsan. Meskipun begitu, Rischa dan Ikhsan selaku ketua dan wakilnya tidak ikut serta karena takut terjadi salah paham. Dan kemenangan itu adalah hasil usaha teman-temannya sendiri. *** Sekarang, kamu ketua dan aku wakilnya. Tapi nanti, kamu imam dan aku makmunya...#abaikan, hanya ungkapan dari author gaje wkwkwk
Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD