Bertemu teman lama
Pemandangan danau dihiasi pancuran air sore hari ditengah kota Messina terasa menyenangkan. Seorang gadis berpakaian rapi duduk dipinggiran danau, tiupan syahdu angin meniup helaian rambut panjangnya. Mengamati sekeliling danau yang dipenuhi berbagai macam rupa, tua muda anak-anak dan remaja pun ada, sejejeran pedagang kecil dipinggiran danau menambah kesan ramai menjelang malam hari.
" Hei Zoy" terdengar teriakan dari balik punggung. Gadis itu membalikkan tubuhnya, melihat dan melambaikan tangan ke seseorang yang memanggilnya.
"Hei, akhirnya datang juga".
***
Namaku Zoya Zetana, seorang karyawan disebuah perusahaan dikota Catona, saat ini sedang berada dikota kelahiranku kota Messina. Jarak dari kota Messina tidak jauh dari kota Catona, hanya saja menggunakan transportasi laut, harus menyeberangi laut sekitaran empat puluh lima menit.
Duduk dipinggiran danau menunggu kedatangan teman lama ku semasa sekolah dulu. Sudah lama tidak bertemu, saat mengunjungi nenek ku sempatkan menjumpai Arta. Sudah sepuluh menit ku menunggu kedatangannya, akhirnya dia datang.
"Hai Zoy" teriaknya.
"Hai, akhirnya datang juga" jawabku.
"Sorry banget ya, tadi nganter ibuku dulu ke rumah temennya, udah lama ya nungguin ya?"
"Baru sepuluh menit kok, udah ahh gak apa-apa, toh kamu juga udah datang"
Kami banyak bercerita, dari urusan rumah, pekerjaan sampai urusan percintaan. Biasa wanita jika sudah bertemu tidak jauh dari pembahasan percintaan.
"Oh iyaa Zoy, kamu masih sendirikan? "
Ku menahan tawa saat Arta menanyakan hal itu, tetapi tetap kubalas dengan anggukan.
"Kenapa Ta?, kan kamu tau aku sibuk banget sama kerjaan, mana sempat mau mencari pasangan" ucap ku.
"Eh mau gak ku kenalin dengam seseorang? "
Sedikit kaget dengan pertanyaan Arta, karena tidak pernah terpikir akan ada yang mengenalkan seseorang kepadaku. Aku hanya diam tidak menjawab pertanyaan itu.
"Mau gak Zoy, aku udah kenal lama sama ni cowok, eh kayaknya kamu kenal juga deh Zoy".
"Gimana ceritanya aku bisa kenal Ta, cowok itu siapa aja aku gak tau".
"Dia satu kelas dulu sama kita disekolah, namanya Elvan Alterio, inget gak?? " tanya Arta antusias.
"Manalah aku ingat Ta, udah beberapa tahun yang lalu, yang mana juga anaknya aku lupa, ada gak fotonya biar ku lihat, mana tau bisa ingat, hahaha" jawabku.
"Bentar, aku cek yaa di foto profilnya" Arta sibuk mengotak atik handphonenya.
"Ah gak jelas lagi fotonya" Arta menunjukkan handphone nya kepadaku, terlihat foto yang ditunjukan membelakangi kamera dan ia menghadap laut.
"Atau aku kasih aja ya nomormu ke dia Zoy, biar dia hubungi kamu, mau gak? " tanya Arta.
"Terserahmu aja deh Ta, asal yang kamu kasih bukan yang aneh-aneh ya orang nya" jawabku.
" Ya enggak dong sayaaaang" . Kami tertawa setelah membahas hal itu.
Matahari sudah mulai terbenam, Arta pamit mau menjemput ibunya, dan kami pun berpisah. Aku kembali kerumah ibu ku yang berada dikota Contessa.